LONDON, KOMPAS.com - Ratusan demonstran yang menentang Presiden Republik Demokratik Kongo, Joseph Kabila, telah bentrok dengan polisi Inggris saat mereka berdemonstrasi di luar tempat kediaman Perdana Menteri Inggris, David Cameron, Selasa (6/12/2011).
Polisi telah menangkap 17 orang karena diduga telah merintangi sebuah jalan raya dan mereka ditahan, kata seorang juru bicara Scotland Yard (kepolisian Inggris). Kira-kira 300 demonstran yang menyanyikan slogan dan mengacungkan poster bertulis "Kabila Keluar" telah didesak mundur oleh sedikitnya 50 polisi, beberapa memakai perlengkapan anti hura-hara, kata seorang wartawan AFP di tempat demonstrasi di depan Downing Street.
Seorang perempuan dan seorang demonstran lainnya, yang tampaknya terluka dalam bentrokan itu, berbaring di tanah dan telah diperiksa petugas medis polisi. Para demonstran, yang sebagian besar keturunan DR Kongo yang tinggal di Inggris, telah berdemonstrasi sebelum pengumuman yang diperkirakan Selasa mengenai hasil pemilihan pekan lalu di negara Afrika tengah yang kaya mineral itu.
Polisi telah menutup jalan Whitehall di depan Downning Street sebagai akibat dari demonstrasi itu. Kabila, yang telah berkuasa sejak 2001, mengungguli 10 kandidat lain dengan raihan 46,4 persen suara dari dua pertiga tempat pemungutan suara yang dihitung. Demikian menurut hasil perhitungan terakhir yang dikeluarkan Selasa.
Salah seorang demonstran, Jason Kabuta (30-an tahun), mengatakan, "Kami ingin Kabila pergi. Ada genosida (pembunuhan besar-besaran berdasar etnis) di negara kami. Negara-negara Barat telah mendukungnya dan itulah sebabnya mengapa kami berada di luar Downing Street, meminta David Cameron untuk berhenti (membantu Kabila). Negara-negara Barat membantu Kabila karena mereka ingin mencuri sumber-sumber kami. Kabuto telah bermukim di Inggris sejak berusia sembilan tahun.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang