MEDAN, KOMPAS.com — Para nelayan tradisional di Selat Malaka Utara (Sumatera Utara), Sabang, dan Lhokseumawe (Aceh) sebaiknya lebih waspada atau libur melaut. Sebab, gelombang laut naik menjadi setinggi 2-3 meter karena gaya gravitasi bulan.
Sebagaimana diketahui, Sabtu (10/12/2011) malam terjadi gerhana bulan purnama. Bulan purnama meningkatkan tinggi gelombang laut.
Naiknya gelombang laut itu terjadi selama dua sampai tiga hari ke depan. "Untuk kapal besar mungkin tidak masalah. Tetapi, untuk perahu nelayan tradisional, gelombang ini berbahaya," kata prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Belawan, Medan, Rifki Ramadhan, Minggu (11/12/2011).
Dia menambahkan, tinggi gelombang 2 meter sudah berbahaya bagi nelayan tradisional, apalagi saat ini tingginya mencapai tiga meter.
Selain itu, bulan purnama juga berpengaruh terhadap tingginya permukaan air laut yang kerap memunculkan rob. "Tapi, pengaruh bulan purnama tidak signifikan terhadap rob. Jadi tak perlu khawatir," kata Rifki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang