Harry Redknapp diisukan akan meninggalkan Tottenham. Namun, presiden klub, Daniel Levy, buru-buru langsung membantah rumor tersebut. ”Harry tidak akan menggantikan Fabio Capello. Dia akan tetap bersama kami saat ini,” kata Levy.
Levy menambahkan, meski kontrak Redknapp tinggal 18 bulan lagi, dia sangat yakin sang pelatih tidak akan pergi karena komunikasi terbuka selalu dilakukan dengan pelatih berusia 64 tahun itu.
Langkah Levy meredam isu tersebut cukup tepat. Pasalnya, Tottenham butuh suasana yang nyaman untuk persiapan laga terakhir di Grup A Liga Europa. Tottenham akan menjalani laga hidup mati melawan klub Irlandia, Shamrock Rovers, Jumat (16/12) dini hari WIB, di Stadion Tallaght, Dublin, Irlandia. Selain itu, mereka berharap hasil laga lain, PAOK melawan Rubin Kazan.
Kemenangan atas Shamrock akan menjadi sia-sia kalau Rubin Kazan menang atau bermain imbang dengan PAOK. Ini terjadi karena posisi Tottenham saat ini berada di peringkat ketiga dengan koleksi nilai 7, sedangkan Rubin Kazan di peringkat kedua dengan nilai 10.
PAOK sendiri sudah memastikan tiket ke-32 besar sehingga satu tiket tersisa dari grup ini akan diperebutkan Tottenham dan Rubin Kazan. ”Kami memang dalam situasi yang sulit. Tim ini butuh keajaiban untuk menang,” ujar Levy.
Ia menambahkan, sekalipun Tottenham tersingkir dari Liga Europa, posisi Redknapp di White Hart Lane tetap aman. ”Ya, dia tetap bersama kami,” tegasnya.
Di tangan Redknapp, Tottenham mengalami masa pasang-surut. Redknapp masuk ke Tottenham ketika tim tersebut terseok-seok di papan bawah.
Namun, dengan tangan dinginnya, Tottenham berhasil diangkat dan bahkan musim lalu membuat sejarah gemilang dengan tampil di Liga Champions. Tidak tanggung-tanggung, dalam debutnya, Tottenham tembus ke babak perempat final sebelum dihentikan raksasa Spanyol, Real Madrid.
Di Grup G, posisi wakil Belanda, AZ Alkmaar, masih belum aman untuk meraih tiket 32 besar. Tim polesan Pelatih Gertjan Verbeek ini setidaknya membutuhkan satu poin tambahan saat menghadapi pemimpin klasemen Metalist Kharkiv (Ukraina).
Jika kalah posisi, Alkmaar bisa terancam klub Austria Vienna (Austria) yang menguntit di posisi ketiga dengan nilai lima atau selisih dua poin dari Alkmaar yang bertengger di posisi runner-up. Vienna berpeluang meraih kemenangan saat menjamu tim juru kunci Malmo (Swedia).
Di Grup I, klub Italia, Udinese, juga membutuhkan satu poin untuk mendapatkan tiket 32 besar. Klub yang kini bersaing di papan atas Liga Italia ini berada di peringkat kedua klasemen dengan koleksi nilai delapan.
Tambahan satu poin saat menghadapi Celtic akan mengamankan posisi mereka. Celtic sendiri merupakan pesaing terakhir Udinese yang membutuhkan kemenangan untuk menggeser posisi Udinese dari peringkat kedua. Tampil di kandang, kans Udinese untuk menang terbuka. Apalagi, klub ”Hitam Putih” itu juga sedang dalam kondisi bagus berkat hasil positif di kompetisi liga.