Isu Redknapp Ganggu Spurs

Kompas.com - 15/12/2011, 03:28 WIB

London, Rabu - Tottenham Hotspur membutuhkan keajaiban untuk bisa lolos ke babak 32 besar Liga Europa. Namun, di tengah persiapan menghadapi laga terakhir di Grup A, konsentrasi klub asal London ini diganggu isu sang pelatih yang dikabarkan akan menangani timnas Inggris.

Harry Redknapp diisukan akan meninggalkan Tottenham. Namun, presiden klub, Daniel Levy, buru-buru langsung membantah rumor tersebut. ”Harry tidak akan menggantikan Fabio Capello. Dia akan tetap bersama kami saat ini,” kata Levy.

Levy menambahkan, meski kontrak Redknapp tinggal 18 bulan lagi, dia sangat yakin sang pelatih tidak akan pergi karena komunikasi terbuka selalu dilakukan dengan pelatih berusia 64 tahun itu.

Langkah Levy meredam isu tersebut cukup tepat. Pasalnya, Tottenham butuh suasana yang nyaman untuk persiapan laga terakhir di Grup A Liga Europa. Tottenham akan menjalani laga hidup mati melawan klub Irlandia, Shamrock Rovers, Jumat (16/12) dini hari WIB, di Stadion Tallaght, Dublin, Irlandia. Selain itu, mereka berharap hasil laga lain, PAOK melawan Rubin Kazan.

Kemenangan atas Shamrock akan menjadi sia-sia kalau Rubin Kazan menang atau bermain imbang dengan PAOK. Ini terjadi karena posisi Tottenham saat ini berada di peringkat ketiga dengan koleksi nilai 7, sedangkan Rubin Kazan di peringkat kedua dengan nilai 10.

PAOK sendiri sudah memastikan tiket ke-32 besar sehingga satu tiket tersisa dari grup ini akan diperebutkan Tottenham dan Rubin Kazan. ”Kami memang dalam situasi yang sulit. Tim ini butuh keajaiban untuk menang,” ujar Levy.

Ia menambahkan, sekalipun Tottenham tersingkir dari Liga Europa, posisi Redknapp di White Hart Lane tetap aman. ”Ya, dia tetap bersama kami,” tegasnya.

Di tangan Redknapp, Tottenham mengalami masa pasang-surut. Redknapp masuk ke Tottenham ketika tim tersebut terseok-seok di papan bawah.

Namun, dengan tangan dinginnya, Tottenham berhasil diangkat dan bahkan musim lalu membuat sejarah gemilang dengan tampil di Liga Champions. Tidak tanggung-tanggung, dalam debutnya, Tottenham tembus ke babak perempat final sebelum dihentikan raksasa Spanyol, Real Madrid.

Belum aman

Di Grup G, posisi wakil Belanda, AZ Alkmaar, masih belum aman untuk meraih tiket 32 besar. Tim polesan Pelatih Gertjan Verbeek ini setidaknya membutuhkan satu poin tambahan saat menghadapi pemimpin klasemen Metalist Kharkiv (Ukraina).

Jika kalah posisi, Alkmaar bisa terancam klub Austria Vienna (Austria) yang menguntit di posisi ketiga dengan nilai lima atau selisih dua poin dari Alkmaar yang bertengger di posisi runner-up. Vienna berpeluang meraih kemenangan saat menjamu tim juru kunci Malmo (Swedia).

Di Grup I, klub Italia, Udinese, juga membutuhkan satu poin untuk mendapatkan tiket 32 besar. Klub yang kini bersaing di papan atas Liga Italia ini berada di peringkat kedua klasemen dengan koleksi nilai delapan.

Tambahan satu poin saat menghadapi Celtic akan mengamankan posisi mereka. Celtic sendiri merupakan pesaing terakhir Udinese yang membutuhkan kemenangan untuk menggeser posisi Udinese dari peringkat kedua. Tampil di kandang, kans Udinese untuk menang terbuka. Apalagi, klub ”Hitam Putih” itu juga sedang dalam kondisi bagus berkat hasil positif di kompetisi liga. (REUTERS/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau