Menjajal Berbagai Jenis Mobil di Twin Ring Motegi

Kompas.com - 16/12/2011, 03:46 WIB

Tanggal 28 November lalu, wartawan Asia berkumpul di Twin Ring Motegi, Jepang, untuk menguji jalan berbagai jenis mobil yang diproduksi Honda. Mulai dari mobil Jazz listrik, mobil hibrida CR-Z, Accord hibrida plug in, Brio, CR-V 2012, Jazz Station Wagon, N Box, Accord bermesin diesel, hingga mobil fuel cell Clarity.

Khusus untuk Jazz listrik, Brio, CR-Z, CR-V 2012, dan N Box, uji jalan dilakukan ke luar Twin Ring Motegi sehingga kecepatan disesuaikan dengan rambu batas kecepatan yang terdapat di sepanjang rute yang dilalui. Batas kecepatan yang diizinkan antara 30 dan 40 kilometer per jam.

Namun, instruktur yang mendampingi wartawan yang menguji jalan mobil-mobil itu membiarkan wartawan sesekali mengembangkan kecepatan hingga 65 kilometer per jam, terutama jika jalan yang dilalui kosong. Dengan demikian, uji jalan itu tidak terasa membosankan.

Honda konsisten pada konsep fun to drive yang melekat pada semua mobil yang diproduksinya. Itu sebabnya, Jazz listrik pun dilengkapi dengan tombol ekonomi, normal, dan sport. Ketika tombol mode sport ditekan, tiba-tiba pergerakan mobil menjadi sangat responsif sehingga mobil terasa siap untuk dipacu dengan kecepatan tinggi. Namun, suasana di dalam mobil tetap sunyi senyap mengingat mobil sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik yang mendapatkan tenaga listriknya dari baterai.

Tidak ada perbedaan menonjol antara mengendarai mobil berbahan bakar bensin dan mobil listrik, khususnya jika mobil listrik menggunakan mode sport, terutama dalam segi pengendaraan dan pengendalian (handling). Sementara dari segi kesenyapan, perbedaan antara kedua jenis mobil sangat berbeda mengingat mobil listrik sama sekali tidak mengeluarkan suara.

Mengendarai mobil hibrida CR-Z terasa mengasyikkan karena akselerasinya sangat cepat mengingat dalam keadaan berhenti, mesin berbahan bakar bensin dimatikan. Jadi, pengendara yang duduk di balik kemudi tidak menyadari bahwa mobil itu sesungguhnya telah siap dipacu. Begitu pedal gas diinjak dalam, mesin berbahan bakar bensin langsung menyala dan bersama-sama dengan motor listrik memacu mobil hingga kecepatan yang diinginkan pengendara.

Mengenai CR-V 2012, sosoknya terlihat lebih besar daripada pendahulunya sehingga menambah kegagahannya sebagai sport utility vehicle. Namun, dari segi pengendaraan dan pengendalian, tidak terasa ada perbedaan yang signifikan. Hanya saja, disebutkan konsumsi bahan bakarnya lebih efisien daripada pendahulunya.

Yang menarik adalah Jazz Station Wagon. Panjang bodinya mirip Freed, tetapi atapnya tetap rendah, selayaknya station wagon. Dalam kecepatan rendah, 30-40 kilometer per jam, tidak terasa ada perbedaan dengan mengendarai Freed. Tidak diketahui apakah dalam kecepatan tinggi ada perbedaan signifikan antara mengendarai Jazz Station Wagon dan Freed mengingat mobil itu tidak sempat dipacu dengan kecepatan tinggi.

Ada pula mobil kota, atau di Jepang popular dengan sebutan K car (mobil mungil), yang berbentuk minivan, N Box. Mobil itu menyandang konsep M/M (man maximum, machine minimum atau orang maksimum, mesin minimum). Dengan kata lain, mobil itu dapat memuat sebanyak mungkin orang, tetapi menggunakan kapaistas mesin yang minimum.

Sosok N Box cukup menarik, interior lapang dan pintu samping belakang dioperasikan secara elektronis. Mesin yang disandang N Box berkapasitas 600 cc. Selintas mobil itu asyik dikendarai. Namun, tidak diketahui apakah tenaga mesin dengan kapasitas 600 cc itu memadai untuk mendukung penyejuk udara (AC) yang dapat dengan cepat mendinginkan kabin di negara tropis, seperti Indonesia.

Dalam kesempatan itu juga sempat diuji jalan Brio, mobil mungil dengan kapasitas 1.200 cc, yang selama ini hanya dipasarkan di India dan Thailand. Menurut rencana, mobil itu juga akan dipasarkan di Indonesia. Cepat atau lambatnya sangat ditentukan oleh prospek penjualannya di negara ini. Brio akan memasuki segmen yang saat ini ditempati Suzuki Splash, Nissan March, KIA Picanto, Chevrolet All New Spark, dan Hyundai i10.

Walaupun hanya menyandang mesin berkapasitas 1.200 cc, Brio cukup responsif. Saat mengendarainya, tidak terasa bahwa mesin yang disandang Brio hanya 1.200 cc. Hal itu dapat menjadi salah satu yang dapat dijual Honda saat memasarkan mobil itu ke Indonesia. Konsumsi bahan bakarnya cukup efisien. Dengan 1 liter bensin, Brio yang telah memenuhi standar Euro 4 dapat menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer.

Di sirkuit

Sementara itu, ada empat mobil diuji jalan di sirkuit dalam Twin Ring Motegi, yakni Accord Diesel, Accord SH AWD (super handling all wheel drive), dan dua unit Civic hatchback yang dilengkapi dengan i-VTEC advance. Keempat mobil dapat dipacu di sirkuit yang telah dilengkapi dengan kerucut (cone) plastik sehingga para wartawan dapat melakukan slalom dan menikung tajam secara aman. Dengan kata lain, para wartawan diberi kesempatan untuk mengapresiasi konsep fun to drive Honda.

Dan, untuk memacu Accord SH AWD hingga kecepatan maksimumnya, para wartawan diberi kesempatan untuk menggunakan sirkuit luar Twin Ring Motegi. Accord SH AWD diuji jalan bersama Clarity, mobil fuel cell buatan Honda.

Clarity bergerak menggunakan motor listrik yang mendapatkan tenaganya dari listrik yang diperoleh dengan menggabungkan hidrogen dan oksigen dalam perangkat fuel cell melalui proses kimia.

Memacu Clarity ini sangat unik karena prosesnya dicapai tanpa suara, hening, dan peningkatan kecepatan berlangsung sangat halus (lembut). Tidak terasa, tahu-tahu angka spidometer telah menunjukkan kecepatan 185 kilometer per jam.

Tidak ada raungan mesin dan suara knalpot yang memompa adrenalin ke seluruh tubuh. Meskipun demikian, sulit untuk mengatakan bahwa memacu Clarity hingga batas tertinggi kecepatannya tidak mengasyikkan. (JL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau