Tanggal 28 November lalu, wartawan Asia berkumpul di Twin Ring Motegi, Jepang, untuk menguji jalan berbagai jenis mobil yang diproduksi Honda. Mulai dari mobil Jazz listrik, mobil hibrida CR-Z, Accord hibrida plug in
Khusus untuk Jazz listrik, Brio, CR-Z, CR-V 2012, dan N Box, uji jalan dilakukan ke luar Twin Ring Motegi sehingga kecepatan disesuaikan dengan rambu batas kecepatan yang terdapat di sepanjang rute yang dilalui. Batas kecepatan yang diizinkan antara 30 dan 40 kilometer per jam.
Namun, instruktur yang mendampingi wartawan yang menguji jalan mobil-mobil itu membiarkan wartawan sesekali mengembangkan kecepatan hingga 65 kilometer per jam, terutama jika jalan yang dilalui kosong. Dengan demikian, uji jalan itu tidak terasa membosankan.
Honda konsisten pada konsep
Tidak ada perbedaan menonjol antara mengendarai mobil berbahan bakar bensin dan mobil listrik, khususnya jika mobil listrik menggunakan mode sport, terutama dalam segi pengendaraan dan pengendalian
Mengendarai mobil hibrida CR-Z terasa mengasyikkan karena akselerasinya sangat cepat mengingat dalam keadaan berhenti, mesin berbahan bakar bensin dimatikan. Jadi, pengendara yang duduk di balik kemudi tidak menyadari bahwa mobil itu sesungguhnya telah siap dipacu. Begitu pedal gas diinjak dalam, mesin berbahan bakar bensin langsung menyala dan bersama-sama dengan motor listrik memacu mobil hingga kecepatan yang diinginkan pengendara.
Mengenai CR-V 2012, sosoknya terlihat lebih besar daripada pendahulunya sehingga menambah kegagahannya sebagai
Yang menarik adalah Jazz Station Wagon. Panjang bodinya mirip Freed, tetapi atapnya tetap rendah, selayaknya
Ada pula mobil kota, atau di Jepang popular dengan sebutan
Sosok N Box cukup menarik, interior lapang dan pintu samping belakang dioperasikan secara elektronis. Mesin yang disandang N Box berkapasitas 600 cc. Selintas mobil itu asyik dikendarai. Namun, tidak diketahui apakah tenaga mesin dengan kapasitas 600 cc itu memadai untuk mendukung penyejuk udara (AC) yang dapat dengan cepat mendinginkan kabin di negara tropis, seperti Indonesia.
Dalam kesempatan itu juga sempat diuji jalan Brio, mobil mungil dengan kapasitas 1.200 cc, yang selama ini hanya dipasarkan di India dan Thailand. Menurut rencana, mobil itu juga akan dipasarkan di Indonesia. Cepat atau lambatnya sangat ditentukan oleh prospek penjualannya di negara ini. Brio akan memasuki segmen yang saat ini ditempati Suzuki Splash, Nissan March, KIA Picanto, Chevrolet All New Spark, dan Hyundai i10.
Walaupun hanya menyandang mesin berkapasitas 1.200 cc, Brio cukup responsif. Saat mengendarainya, tidak terasa bahwa mesin yang disandang Brio hanya 1.200 cc. Hal itu dapat menjadi salah satu yang dapat dijual Honda saat memasarkan mobil itu ke Indonesia. Konsumsi bahan bakarnya cukup efisien. Dengan 1 liter bensin, Brio yang telah memenuhi standar Euro 4 dapat menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer.
Di sirkuit
Sementara itu, ada empat mobil diuji jalan di sirkuit dalam Twin Ring Motegi, yakni Accord Diesel, Accord SH AWD (
Dan, untuk memacu Accord SH AWD hingga kecepatan maksimumnya, para wartawan diberi kesempatan untuk menggunakan sirkuit luar Twin Ring Motegi. Accord SH AWD diuji jalan bersama Clarity, mobil
Clarity bergerak menggunakan motor listrik yang mendapatkan tenaganya dari listrik yang diperoleh dengan menggabungkan hidrogen dan oksigen dalam perangkat
Memacu Clarity ini sangat unik karena prosesnya dicapai tanpa suara, hening, dan peningkatan kecepatan berlangsung sangat halus (lembut). Tidak terasa, tahu-tahu angka spidometer telah menunjukkan kecepatan 185 kilometer per jam.
Tidak ada raungan mesin dan suara knalpot yang memompa adrenalin ke seluruh tubuh. Meskipun demikian, sulit untuk mengatakan bahwa memacu Clarity hingga batas tertinggi kecepatannya tidak mengasyikkan.