Super "El Barca"

Kompas.com - 16/12/2011, 03:55 WIB

Apa rahasia di balik sukses klub Barcelona saat ini? Pelatih Pep Guardiola hanya menyebut dua kata: ”common sense” atau ”pikiran sehat”. Dengan dua kata itu, mereka saat ini menjadi kekuatan super sepak bola paling menakutkan di planet ini. Barcelona paling ingin dihindari saat berlangsung undian babak 16 besar Liga Champions di Nyon, Swiss, Jumat (16/12) ini.

” Tidak ada yang spesial, sungguh,” kata Guardiola mengungkapkan rahasia sukses Barcelona kepada reporter FIFA.com, Senin (12/12), atau dua hari setelah timnya melibas rival abadi Liga Spanyol, Real Madrid, 3-1, di Santiago Bernabeu. ”Pertama, kami berusaha percaya sepenuhnya pada sejarah Barcelona, klub hebat di semua segi.”

”Setelah itu, tinggal bagaimana mendapat rekrutmen pemain bagus dan meraciknya dengan pemain binaan sendiri, menangani mereka dengan cara cepat, dan tidak takut memberi kesempatan tampil bagi pemain-pemain muda jika waktunya tepat.”

”Kami hanya berusaha menggunakan pikiran sehat. Anda ingin tahu mengapa kami selalu memetik hasil-hasil bagus? Itulah jawabannya: pikiran sehat,” lanjut Guardiola. Pernyataan ”pikiran sehat” itu semacam kesimpulan setelah ia memaparkan bagaimana ia mempersiapkan tim menjelang sebuah laga.

Pelatih berusia 40 tahun tersebut tidak mengikuti tren yang biasa dilakukan pelatih-pelatih klub lain dengan mengumpulkan pemain dalam satu hotel sehari menjelang laga. Sehari sebelum laga ia justru membiarkan para pemainnya berkumpul dengan keluarga dan teman dekat masing-masing.

Jika main di kandang sendiri, Nou Camp, pemain Barcelona diminta sudah tiba di stadion 90 menit sebelum kick-off. Apabila main tandang pada Liga Spanyol, mereka akan terbang ke kota tim lawan pada hari yang sama berlangsungnya laga. Seperti saat duel clasico di kandang Real Madrid, Sabtu lalu, pemain Barcelona terbang ke Madrid pada Sabtu itu juga.

Setelah laga tandang berakhir, mereka juga langsung terbang kembali ke Barcelona. Suasana seperti inilah, yang antara lain, membuat istri, kekasih, atau keluarga pemain Barcelona semakin senang. ”Orang tidak perlu menghabiskan waktu di hotel sebelum masuk kerja. Kami berusaha memperlakukan hal sama bagi para pemain,” lanjut Guardiola.

”Saya menilai pemain pada kinerjanya, bukan pada kehidupan pribadi mereka. Saya bukan polisi. Saya mulai tidur jam 10 malam dan saya tidak perlu melihat dan mengecek pemain. Itu sebabnya saya lebih suka mereka tinggal di rumah ketimbang di hotel tanpa ada yang harus dikerjakan.”

Dari planet lain

Dengan pendekatan seperti itu, dan tentu juga dipengaruhi jeniusnya taktik dan strategi racikannya serta hebatnya talenta para pemainnya, Guardiola mengantarkan Barcelona dua kali juara Eropa tiga tahun terakhir. Di Spanyol, sejak dipoles Guardiola, mereka juara liga tiga musim terakhir beruntun.

Akhir pekan ini, kehebatan ”El Barca” diuji di ajang Piala Dunia Antarklub. Ujian pertama adalah juara Asia, Al Sadd (Qatar) pada semifinal, Kamis (15/12). Jika mulus melewati ujian itu, Xavi dan kawan-kawan ditunggu juara Amerika Selatan, Santos (Brasil).

”Barcelona tim terbesar di dunia. Jika Real Madrid saja tidak mampu mengalahkan mereka, bagaimana dengan kami?” ujar Abdulla Koni, kapten Al Sadd, sebelum melawan Barcelona. ”Jika permintaan kami disetujui untuk bisa memainkan 15 atau 16 pemain, saya pikir, baru kami punya peluang,” tambah Jorge Fossati, Pelatih Al Sadd.

”(Lionel) Messi dan Barca berasal dari planet lain,” ujar Nadir Belhadj, bek Al Sadd. Bahkan, bintang muda Brasil dan pilar Santos seperti Neymar pun berkata, ”Saya pikir, tak ada taktik khusus untuk menghadapi Barcelona. Anda cuma harus berdoa, minta bantuan Tuhan, dan tampilkan tendangan terbaik Anda.”

Paling dihindari di Eropa

Barcelona, yang disebut-sebut sebagai salah satu tim terhebat dalam sejarah sepak bola, sudah menjadi momok menakutkan di mana-mana.

Jangankan klub Asia, klub-klub top Eropa pun ingin menghindari Barcelona jika boleh memilih. Hal itu yang terjadi saat digelar undian babak 16 besar Liga Champions di markas UEFA, Nyon, Swiss, Jumat ini.

Barcelona berada di deretan juara grup bersama Bayern Muenchen, Inter Milan, Benfica, Real Madrid, Chelsea, Arsenal, dan Apoel. Delapan klub itu akan dipertemukan dengan delapan tim runner-up: Napoli, CSKA Moskwa, FC Basel, Olympique Lyon, Bayer Leverkusen, Olympique Marseille, Zenit St Petersburg, dan AC Milan.

Sesuai aturan undian, klub satu negara tidak akan dipertemukan di babak 16 besar. Dengan demikian, Barcelona menjadi tim paling diunggulkan untuk lolos ke perempat final. Satu dari tujuh tim bakal menjadi lawan mereka, yakni Napoli, CSKA Moskwa, Basel, Lyon, Leverkusen, Marseille, dan Zenit.

Saat undian berlangsung, Guardiola dan timnya berada di Jepang. Mereka mungkin tidak akan ambil pusing dan lebih berkonsentrasi jadi juara dunia. Real Madrid dan AC Milan, dua klub yang paling sering juara Eropa, sudah disikat Barcelona musim ini.

Jangan lupa, di Liga Champions Real Madrid (juara Eropa sembilan kali), menjadi satu-satunya tim yang menang pada keenam laga penyisihan grup atau klub kelima dalam sejarah Liga Champions yang menyapu bersih semua laga penyisihan grup setelah AC Milan (1992/1993), Paris Saint-Germain (1994/1995), Spartak (1995/1996), dan Barcelona (2002/2003).

”Kami masih melambung usai menang di kandang Real,” kata Andres Iniesta, gelandang Barcelona, sebelum tampil di Piala Dunia Antarklub. ”Hal itu menyuntikkan rasa percaya diri dan spirit dalam tim terasa fantastis.”

Jika Barcelona paling dihindari tim- tim runner-up, AC Milan mungkin tim yang paling dihindari tim-tim juara grup. Tampilnya juara Eropa tujuh kali itu memungkinkan terjadinya duel keras di 16 besar, misalnya Milan vs Muenchen, Milan vs Real Madrid, Milan vs Chelsea, atau Milan vs Arsenal.

Tim juara grup tandang dulu pada babak yang berlangsung 14-22 Februari 2012 (leg pertama) dan menjadi tuan rumah pada 6-14 Maret (leg kedua).

Nestapa Manchester United

Sukses berkilau Barcelona tidak dialami Manchester United (MU), dua kali finalis Liga Champions dalam tiga tahun terakhir. Klub besar Inggris itu harus turun ke Liga Europa, tampil di babak 32 besar karena finis di urutan ketiga penyisihan Liga Champions.

Undian babak 32 besar Liga Europa langsung digelar setelah undian 16 besar Liga Champions. Liga kasta kedua Eropa itu bakal kian semarak dengan hadirnya MU dan empat klub besar lain, seperti Manchester City, Ajax, Valencia, dan Porto. UEFA, selaku penyelenggara dua liga antarklub Eropa itu, tentu senang. Dua hajatan mereka bakal kian meriah dan lebih menarik.

(MH SAMSUL HADI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau