Bersama-sama Menuju Istana...

Kompas.com - 16/12/2011, 13:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jumat (16/12/2011) siang ini, lima unsur pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi 2011-2015 terpilih akan dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta. Mereka akan mengemban tugas menggantikan pimpinan KPK periode 2007-2011.

Sebelum ke Istana, para pimpinan KPK baru dan lama berkumpul dan melakukan ibadah salat Jumat bersama di gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. "Mereka akan pergi bersama-sama ke Istana dari KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha.

Berdasarkan pengamatan Kompas.com, pimpinan KPK baru yang sudah tiba di gedung KPK adalah Zulkarnain, Bambang Widjojanto, dan Abraham Samad. Zulkarnain yang mengenakan kemeja putih lengan panjang tiba lebih dulu, sekitar pukul 10.00 dengan didampingi istrinya. Menyusul kemudian Bambang yang juga mengenakan kemeja putih lengan panjang. Seperti Zulkarnain, Bambang juga didampingi istrinya yang mengenakan pakaian muslim merah muda.

Beberapa jam kemudian, Ketua KPK 2011-2015 terpilih, Abraham Samad, tiba di kantor barunya. Pria kelahiran Makasar, Sulawesi Selatan itu tampak mengenakan setelan jas hitam yang lengkap dengan peci hitam. Dengan mantap, Abraham menapaki tangga menuju pintu masuk gedung KPK. Istrinya yang juga mengenakan setelan hitam digandeng di sampingnya.

Sekitar pukul 12.50, para pimpinan KPK lama dan baru itu meninggalkan gedung KPK menuju Istana. Tampak jajaran pimpinan lama, Busyro Muqoddas, Chandra M Hamzah, Bibit Samad Rianto, M Jasin, dan Haryono Umar menuruni tangga KPK bersama pimpinan baru, Abraham Samad, Bambang Widjojanto, dan Zulkarnain. Hanya Adnan Pandupraja yang tidak ikut dalam rombongan.

Mereka berangkat tidak dengan mobil pribadi masing-masing melainkan berangkat bersama dengan sebuah bus. Beberapa pejabat di lingkungan KPK, seperti Kepala Biro Humas Johan Budi, Direktur Penyidikan KPK Yurod Saleh turut mendampingi.

Pakaian mereka terlihat kompak, setelan jas hitam. Dari dalam bus, terlihat Busyro Muqoddas mengacungkan ibu jarinya kepada para pewarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau