Luas Lahan Sawah Produktif Berkurang 930 Hektar

Kompas.com - 17/12/2011, 01:07 WIB

PAINAN, KOMPAS.com - Luas lahan sawah produktif di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, berkurang sekitar 930 hektare akibat banjir bandang 3 November 2011.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Pesisir Selatan Afrizon Nazar di Painan, Jumat, mengatakan, lahan sawah produktif di kabupaten ini sebelum banjir bandang 3 November 2011 adalah seluas 47.838 hektar.

"Kini luas lahan itu berkurang sekitar 930 hektar akibat tertimbun material banjir bandang 3 November 2011 sehingga tidak lagi bisa ditanami padi," kata Afrizon Jumat (16/12/2011).

Dari luas 47.838 hektar tersebut, yang ditanami padi pada setiap musim tanam adalah 47.741 hektar. Pada akhir musim tanam tahun ini berhasil panen sekitar 46 ribu hektar.

Setiap panen rata-rata produktivitas gabah mencapai 5,09 ton per hektar. Produksi yang dicapai dari keseluruhan lahan tersebut pada musim panen akhir 2010 mencapai 243.010 ton.

Pengurangan lahan produktif terluas terjadi di Kecamatan Lengayang 525 hektar dari luas lahan produktif 6.161 hektare. Sebelumnya dari luas tersebut berhasil panen 5.766 hektar. Sedang produksi mencapai 28.340 ton, dari produktivitas 4,60 ton per hektar.

Disusul Kecamatan Batangkapas 158 hektar mengalami gagal panen. 125 hektar di Kecamatan Ranah Pesisir, 45 hektar Kecamatan Bayang 30 hektar di IV Jurai, 20 hektare di Basa Ampek Balai Tapan, 16 hektar di Pancung Soal, 13 hektar di Linggo Sari Baganti dan enam hektar di Sutera.

Luas lahan yang ditanami sebelum banjir di 12 kecamatan adalah Bayang 5.453 hektar dengan produktivitas 4,50 ton per hektar. Linggo Sari Baganti 5.052 hektare dengan luas panen mencapai 4.956 hektar. Produksi padi di lahan tersebut 27.280 ton dengan produkstivitas 5,40 ton per hektar.

Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan memiliki lahan produktif 4.950 hektar, sedangkan panen dari luas lahan yang ditanam tersebut mencapai 4.491 hektar, produksi pada tahun lalu 23.760 ton dari produktivitas 4,80 ton per hektar.

Selanjutnya Kecamatan Pancung Soal, memiliki luas lahan tanam 5.195 hektar, sedangkan panen 4.690 hektar. Produksi gabah pada lahan itu sebanyak 24.936 ton, produktivitas 4,80 ton per hektar.

Kecamatan Sutera dari luas tanam 4.256 hektar mencapai panen 4.091 hektar dengan produksi 21.273 ton dari produktivitas 5,20 ton per hektar.

Di Ranah Pesisir, luas lahan 4,232 hektar dan panen 3,946 hektar. Produksi padi dari daerah itu sebanyak 20.124 ton dari Produktivitas 5,10 ton per hektar.

Kecamatan Batangkapas memiliki lahan tanam seluas 3.911 hektar dan panen mencapai 3.861 hektar, produksi yang dicapai pada musim panen 24.248 ton dan produktvfitas 6,20 ton per hektar.

Selanjutnya Kecamatan IV Jurai, luas lahan dilakukan penanaman 1.922 hektar, sedangkan yang berhasil dipanen seluas 1.886 hektar. Produksi padi pada lahan itu sebanyak 9.417,8 ton dari produktivitas 4,90 ton per hektar.

Kecamatan lainnya seperti Koto XI Tarusan dari luas tanam 4.179 hektar dapat dipanen seluas 3.777 hektar dan produksi padi 22.984,5 ton dari lahan produktivitas 5.50 ton per hektar.

Kecamatan Lunang Silaut lahan, yang bisa ditanam seluas 2.208 hektar, berhasil panen 2.083 hektare, sedangkan produksi 10.156,8 ton, produktivitas yang dicapai 4,60 ton per hektar dan Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, luas lahan yang ditanam 1.718 hektar, panen 1.260 hektar, produksi 6.930 ton dan produktivitas 5,50 ton per hektar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau