Transportasi

Tiket Elektronik Transjakarta, Penumpang Harus Terdidik

Kompas.com - 19/12/2011, 14:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi rencana penggunaan tiket elektronik untuk transjakarta pada 2012, Pembina Komunitas Suara Transjakarta, Yanto Sugiharto, mengatakan, hal tersebut dapat berjalan dengan baik jika sosialisasi terhadap masyarakat lancar sehingga penumpang paham.

"Yang penting sekarang masyarakatnya juga. Jika mereka teredukasi dengan baik, maka penerapan apa pun pasti lancar," kata Yanto di Gedung 2 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta, Senin (19/12/2011).

Pemerintah juga harus memegang komitmen terhadap peraturan-peraturan yang diberlakukan kepada masyarakat. Sosialisasi dan arahan kepada masyarakat tentang cara menggunakan tiket elektronik ini harus gencar sehingga masyarakat tidak kesulitan saat penerapan nanti.

Yanto menilai, keberadaan tiket elektronik itu merupakan terobosan yang bagus untuk mengatasi kebocoran tiket yang rawan terjadi pada tiket manual seperti sekarang. Bahkan, dia menyayangkan, tiket elektronik yang sempat berlaku di Koridor I (Blok M-Kota) sudah tidak berfungsi lagi.

Kepala Badan Layanan Umum Transjakarta M Akbar mengungkapkan, kemungkinan kebocoran tiket manual kecil terjadi. Ini karena tiap tiket kertas transjakarta tersebut dicetak dengan nomor yang unik dan berbeda satu sama lain. Ia juga menjelaskan bahwa tidak ada nomor seri tiket kertas yang sama dijual kepada penumpang transjakarta. Tiket tersebut lalu didistribusikan ke semua halte transjakarta yang saat ini sebanyak 10 koridor.

Namun, keberadaan tiket elektronik pada tahun depan ini diperlukan demi menghindari salah perhitungan dan dapat mengakumulasi dengan tepat jumlah penumpang transjakarta. Dengan demikian, peningkatan yang harus segera dilaksanakan pihaknya dapat diperkirakan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau