Uang palsu

Pemilik Uang Palsu Tertangkap

Kompas.com - 19/12/2011, 14:37 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Tersangka pemilik uang palsu berinisial Adr, warga Inggris berpaspor Amerika Serikat, akhirnya ditangkap polisi. Penangkapan dilakukan oleh Polres Jakarta Utara, Senin (19/12/2011), di sebuah hotel di kawasan tersebut.

"Tim reserse kami sedang menjemput mereka. Kami akan bawa ke Depok selanjutnya ke lokasi rumahnya," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Kota Depok Ajun Komisaris Febriansyah kepada wartawan, Senin (19/12/2011), di Depok, Jawa Barat.

Adr ditangkap bersama istrinya, Fls, yang selama ini tinggal di Blok S7 Nomor 6 Perumahan Raffles Hills, Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Laporan kepemilikan uang palsu ini disampaikan Yohitomo Fukunaga (41), rekan bisnis Adr berkewarganegaraan Jepang. Fukunaga tertipu setelah mengadakan transaksi pembelian emas pada 16 Agustus 2011.

Ketika itu, Fukunaga membeli emas batangan ke Adr senilai Rp 20 miliar. Hampir satu bulan lamanya, emas pesanan pria asal Miyagi, Jepang, ini belum datang.

Fukunaga kemudian menagih pesanan ke Adr. Lantaran tidak dapat memenuhi pesanan Fukunaga, Adr mengembalikan uang senilai Rp 20 miliar secara tunai. Lalu, muncul persoalan baru yang menjadi alasan polisi menggeledah rumah Adr.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau