Ramon Cugat, salah seorang dokter yang ikut dalam tim operasi Villa, Senin (19/12), mengisyaratkan, penyerang berusia 30 tahun itu kecil kemungkinan bisa bermain untuk Barcelona hingga berakhirnya musim kompetisi 2011/2012. Villa bahkan kemungkinan kehilangan kesempatan bertarung di Piala Eropa 2012.
”Semua orang berharap dia akan bisa bermain di Euro 2012. Kalau untuk final Liga Champions di Muenchen, waktunya terlalu dekat. Jika saya memberikan tanggal pasti dia bisa kembali bermain, saya kemungkinan melakukan kesalahan. Kaki dia sendiri yang akan memutuskan,” ungkap Cugat.
David Villa Sanchez yang kini memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Spanyol mengalami patah kaki saat tampil pada semifinal Piala Dunia Klub di Jepang saat Barcelona berhadapan dengan Al Sadd, pertengahan pekan lalu.
Meski beberapa dokternya agak pesimistis dengan kesembuhan Villa dalam waktu cepat, pemain kelahiran Langreo, Asturias, Spanyol, 3 Desember 1981, itu tetap optimistis bisa sembuh lebih cepat.
”Saya yakin bisa pulih secepatnya,” papar Villa yang juga menargetkan bisa tampil di final Liga Champions pada 19 Mei dan bisa membantu timnas Spanyol mempertahankan juara Eropa di Polandia dan Ukraina, Juni mendatang.
Wajar jika dr Ricard Pruna, yang juga ikut dalam tim operasi, kagum terhadap tetap tingginya semangat Villa untuk segera sembuh dari operasi kaki kirinya.
”Dia telah mengirimkan pesan kepada para sahabatnya dan tertawa-tawa dengan istrinya. Saya tidak pernah melihat seseorang dengan semangat sangat bagus seperti dia setelah menjalani operasi,” ungkap Pruna.
Baik Pruna maupun Cugat menjelaskan, operasi berjalan sangat baik sehingga diharapkan pemain andalan Spanyol itu pun bisa cepat sembuh.
Operasi yang dijalani Villa adalah operasi pencegahan agar retak tulang kaki itu tidak semakin parah dan mengganggu karier sepak bolanya.
”Sejumlah pemain bisa menyelesaikan karier profesional mereka dengan kondisi memiliki retak tulang. Kebanyakan pemain memilih tidak melakukan operasi agar tidak kehilangan empat sampai lima bulan. Normalnya, tidak seorang pun menginginkan menjalani operasi pencegahan,” kata Cugat.
Akan tetapi, Villa memilih operasi agar kesembuhannya menjadi lebih pasti sehingga karier sepak bolanya tak akan banyak terganggu.
Naas patah atau retak kaki seperti yang dialami Villa sekarang bukanlah pengalaman pertamanya. Jauh sebelum jadi pesepak bola profesional, pada usia empat tahun, Villa mengalami retak tulang paha kanan, tetapi cedera itu pulih total.
Villa yang memiliki tinggi 175 cm, atau sering kali dianggap kurang tinggi untuk seorang pesepak bola di wilayah Eropa, memulai karier profesional di Sporting de Gijon. Dia memulai debut di tim muda pada musim 2000-2001. Setelah mencetak 25 gol dalam dua musim, dia kemudian menjadi anggota tim utama.
Dalam dua musim di tim utama, Villa mampu mengoleksi 40 gol, dan seiring dengan kesulitan keuangan yang dialami klubnya, Villa pun lalu dikontrak Real Zaragoza dengan nilai 3 juta euro (senilai Rp 35 miliar) pada musim panas 2003.
Naik tingkat di klub papan atas, Villa tidak kesulitan untuk beradaptasi dan mampu membuat 17 gol pada musim pertamanya. Villa juga berperan besar membawa Zaragoza memenangi Copa del Rey 2004, dan kemudian membuka jalan bagi Villa untuk tampil pertama kalinya di kompetisi Eropa dengan lolosnya Zaragoza ke UEFA Cup.
Sukses di Zaragoza lalu membawa Villa bergabung ke Valencia, juga karena Zaragoza membutuhkan dana. Dengan bayaran 12 juta euro, Villa pun berlabuh di Valencia pada musim panas 2005. Di Valencia, dia mengoleksi 192 gol dari 212 kali penampilan sepanjang 2005-2010. Catatan golnya yang fantastis itulah yang kemudian membuat Pep Guardiola, manajer sekaligus pelatih Barcelona, berusaha keras untuk menariknya ke Barca. Baru dengan dana 40 juta euro, Barca bisa membawa Villa ke Nou Camp.
Villa memulai karier di Barca pada musim 2010, dan sampai saat ini telah mengoleksi 32 gol dari 75 kali penampilannya. Dari segi produktivitas, Villa masih lebih produktif dibandingkan dengan motor Barca sekaligus pemain terbaik dunia saat ini, Lionel Messi. Wajar apabila Guardiola dengan tegas membantah isu yang menyebutkan klub Catalan itu siap menjual Villa pada musim transfer Januari 2012.
”Mereka berbohong,” paparnya keras, menanggapi pemberitaan Marca yang menyebutkan Barca berencana menjual Villa kepada penawar tertinggi dari Liga Primer Inggris dengan Chelsea dan Liverpool sebagai calon penawar.
Akan tetapi, posisi Villa di Barca akhir-akhir ini mulai ”terganggu” karena harus bersaing dengan Alexis Sanchez dan Cesc Fabregas. Sementara kontraknya dengan Barca sampai 2014.(AP/Reuters/OKI)