Kontrak Gas Menyimpang

Kompas.com - 21/12/2011, 10:53 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com -- Kontrak penjualan gas dari blok West Madura Offshore (WMO) diduga menyimpang. Bahkan, diduga kontrak itu tidak sesuai peraturan.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jawa Timur Haryono Abdul Bari menyatakan sudah menelaah perjanjian jual beli gas (PJBG) blok WMO. Pihaknya menemukan indikasi penyimpangan dalam kontrak antara Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai operator WMO dengan Media Karya Sentosa (MKS) sebagai pembeli.

"Dalam klausul awal ditetapkan gas dari PHE-WMO ke MKS dipakai untuk pembangkit listrik di Gresik dan Bangkalan. Faktanya, tidak ada pasokan gas ke pembangkit sejak 2007. Bahkan, di Bangkalan tidak ada pembangkit sampai sekarang," ungkap Haryono kepada Kompas, Rabu (21/12/2011).

Menurut dia, PHE-WMO, MKS, dan Badan Pengatur Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) harus menjelaskan ke mana gas itu disalurkan. Harus dijelaskan pula mengapa PJBG tidak dipatuhi.

Selain itu, harus segera diselesaikan pula dugaan kurang bayar kewajiban kepada negara dari hasil penjualan gas itu. "Kami khawatir, penjualan di luar kebutuhan pembangkit menggunakan harga lebih tinggi. Sementara kewajiban-kewajiban pada negara dan daerah, dalam hal ini provinsi dan kabupaten, dihitung dengan harga lebih rendah," tuturnya.

Haryono juga menyoroti penunjukan langsung MKS dalam PJBG WMO. Padahal, sesuai petunjuk teknis BP Migas, PJBG dengan penunjukan langsung hanya boleh dilakukan dengan BUMN pupuk, pembangkit listrik, dan Perusahaan Gas Negara (PGN).

"MKS adalah swasta murni yang pernah menandatangani kerja sama dengan salah satu BUMD Kabupaten Bangkalan. Namun, BUMD itu diketahui tidak menerima manfaat sesuai kesepakatan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau