Gorong-gorong Marinir Batal Dibongkar

Kompas.com - 22/12/2011, 18:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta batal membongkar gorong-gorong Marinir sesuai dengan permintaan warga Kampung Pulo, Pondok Labu. Hal ini dilakukan setelah dilakukan kajian lebih lanjut dari Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta.

Kepala Bidang Pengelola Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Tarjuki, menjelaskan untuk mengatasi banjir yang melanda warga Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan, akan dilakukan pelebaran kali yang semula selebar tiga meter menjadi lima meter dengan kedalaman dua meter. "Memang sudah sepakat dengan warga. Tapi setelah dikaji, pembongkaran gorong-gorong ini memakan waktu lama," jelas Tarjuki, di Jakarta, Kamis (22/12/2011).

Untuk itu, Dinas PU DKI berupaya melakukan normalisasi kali yang memiliki tujuan sama yaitu mengatasi banjir. Sementara itu, pihak Marinir juga telah membongkar gorong-gorong yang ditengarai sebagai penyebabnya wilayah pemukiman warga di Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta. "Di lokasi gorong-gorong itu, selain sudah dibongkar atasnya, pihak Marinir juga telah melebarkan kali," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pembangunan waduk yang seluas 9.000 meter kubik untuk mengatasi banjir jangka panjang. Saat ini pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Waduk berkapasitas 27.000 meter kubik tersebut berfungsi untuk menampung air agar tidak menggenangi rumah warga. Antisipasi banjir sebenarnya dapat melalui banyak cara dan tidak hanya dengan cara normalisasi saja. Cara lain adalah vertikal drainase, seperti lobang biopori, sumur resapan, serta waduk. Di kawasan Marinir sendiri juga telah terdapat waduk seluas empat hektar untuk menampung air.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau