Van Persie Mengejar Shearer

Kompas.com - 23/12/2011, 03:02 WIB

Birmingham, Kamis - Penyerang Arsenal, Robin van Persie, berhasil menyamai raihan gol yang dicetak selama semusim oleh Thierry Henry, mantan seniornya, sebanyak 34 gol. Dia tinggal selangkah lagi untuk menyamai rekor Alan Shearer, yaitu 36 gol.

Van Persie melesakkan gol ke-34 musim ini melalui titik penalti saat ”The Gunners”, julukan Arsenal, bermain ke kandang klub Aston Villa, Stadion Villa Park, Kamis (22/12) dini hari WIB. Arsenal mendapat penalti setelah gelandang serangnya, Theo Walcott, dijatuhkan salah seorang pemain Villa di kotak terlarang yang dapat dikonversi Van Persie menjadi gol.

Satu gol tandang yang dihasilkan Van Persie menyamai torehan rekor yang dibuat Henry, mantan penyerang Arsenal asal Perancis, yang bertahan selama tujuh tahun. Arsene Wenger, Manajer Arsenal, seusai pertandingan, menyatakan, dirinya memberikan dukungan penuh bagi Van Persie agar bisa memecahkan rekor tersebut.

Bahkan, menurut Wenger, Van Persie tidak ingin diistirahatkan dalam dua pertandingan sisa di penghujung tahun ini. ”Kami masih memiliki dua pertandingan sisa yang semuanya di kandang kami sendiri,” katanya.

Wenger mengakui, dirinya dalam kondisi dilematis. Pada satu sisi, dia menginginkan Van Persie, yang memang menjadi andalan klubnya, dapat beristirahat pada dua pertandingan tersisa. Pada sisi lain, manajer yang telah memimpin Arsenal sejak September 1996 itu ingin melihat Van Persie menorehkan tinta emas dalam perjalanan karier sepak bola profesionalnya.

Wenger berani mengambil risiko tetap memainkan Van Persie dalam dua pertandingan sisa. ”Dia butuh dua gol lagi untuk menyamai rekor dan satu gol tambahan untuk memecahkannya. Saya mengambil risiko ini,” katanya.

Arsenal menyisakan dua pertandingan hingga akhir musim ini, yaitu melawan Wolverhampton Wanderers dan Queens Park Rangers. Kedua laga tersisa adalah laga di kandang, Stadion Emirates. Diharapkan Van Persie mampu meraih hasil maksimal pada kedua laga itu.

Wenger mengakui, Arsenal mengawali musim dan terutama saat laga tandang dengan sulit. Dua pertandingan terakhir, melawan pemuncak klasemen Manchester City dan Aston Villa, juga merupakan laga yang sulit.

”Anda bisa melihat perjalanan kami dari permulaan musim yang sangat sulit, hingga sekarang ini, kami bisa berlari dengan cepat. Saya bangga dengan semangat para pemain,” katanya.

Wenger menyatakan, cukup sulit untuk mengejar dua pemimpin klasemen sementara, Manchester City dan Manchester United. Namun, tidak ada hal yang tak mungkin dalam sepak bola.

Sementara itu, klub asuhan Roberto Mancini, Manchester City, makin kokoh di puncak klasemen sementara setelah pada pertandingan Kamis (22/12) dini hari WIB menyarangkan tiga gol tanpa balas ke gawang tamu, Stoke City.

Rival terdekatnya, Manchester United, mematahkan perlawanan tim tuan rumah, Fulham, lima gol tanpa balas di Stadion Craven Cottage.

Sangkaan bagi Terry

Setelah penyerang Liverpool asal Uruguay, Luis Suarez, dihukum tidak boleh memperkuat klubnya selama delapan pertandingan oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) karena mengeluarkan kata-kata yang terindikasi sebagai tindakan rasialisme, giliran kapten Chelsea, John Terry, menghadapi sangkaan serupa. Terry disangka melakukan tindakan rasis terhadap pemain belakang QPR, Anton Ferdinand.

Alison Saunders, Ketua Tim Jaksa Kota London, menyatakan, kasus dugaan rasialisme oleh Terry akan berlangsung pada 1 Februari 2012 di pengadilan London Barat. ”Kami sangat puas dengan bukti-bukti yang berhasil dikumpulkan. Seluruhnya akan diajukan pada persidangan mendatang,” katanya.

Terry sendiri membantah melakukan itu. Asosiasi Sepak Bola Inggris belum berkomentar terhadap jadwal sidang Terry. (AFP/ESPN/MHD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau