Pramono: Audit Forensik Century Tak Memuaskan

Kompas.com - 23/12/2011, 14:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Pramono Anung mengakui laporan hasil audit forensik Century memang tidak memuaskan. Persoalan dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yang besar dalam kasus itu belum tergambarkan dalam laporan tersebut.

"Intinya memang tidak ada sesuatu yang luar biasa tetapi ada clue untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut baik oleh aparat penegak hukum terutama yang berkaitan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi," ujar Pramono di Kompleks DPR, Jakarta, Jumat (23/12/2011).

Menurut Pramono, petunjuk tersebut terdapat dalam beberapa temuan BPK yang mengarah kepada kelompok, yayasan, perusahaan, dan beberapa nama direksi Bank Indonesia.

Ia menilai, beberapa temuan tersebut harus ditindaklanjuti secara serius oleh KPK agar kasus tersebut segera tuntas. "Jadi memang mudah-mudahan dengan adanya hasil audit forensik Century ini menjadi pintu masuk untuk mengetahui lebih lanjut lebih detail, lebih dalam dari informasi yang selama ini masih samar-samar," kata Pramono.

Seperti diberitakan, Badan Pemeriksa Keuangan, Jumat (23/12/2011) ini, menyerahkan laporan hasil audit forensik Bank Century ke Dewan Perwakilan Rakyat. Laporan itu diserahkan langsung kepada pimpinan DPR.

Berdasarkan informasi yang ditelusuri Kompas dari laporan audit forensik BPK terhadap aliran dana Bank Century yang akan disampaikan ke DPR itu terungkap selain ke Bank Pembangunan Daerah dan politisi DPR, juga ke PT MNP (Media Nusa Pradana) yang menerbitkan koran Jurnal Nasional (Jurnas).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau