Kapal tenggelam

Kapal Pengangkut Imigran Gelap Jadi Tontonan

Kompas.com - 26/12/2011, 14:37 WIB

JEMBER, KOMPAS.com - Bangkai kapal motor yang dipakai imigran gelap asal Afaganistan, Iran, dan Iraq yang hendak menyeberang ke Australia, kini menjadi tontonan warga.

Kapal yang karam di perairan Prigi, Trenggalek, Jawa Timur, itu ditemukan di perairan Pulau Nusa Barung

Saat musim libur dua hari, 25 Desember dan 26 Desember 2011, banyak pengunjung yang ingin melihat dari dekat keberadaan kapal.

Kapal motor ukuran sekitar panjang 25 meter dan lebar 5 meter itu, kini ditambatkan dan diberi garis polisi dekat break water di Pancer, Puger, Jember.

"Untuk masuk ke lokasi wisata pancer, bagi pengendara sepeda motor dikenai karcis masuk Rp 9.000 dan parkir Rp 2.000," kata Bayuseno kepada Kompas di Puger, Jember, Senin (26/12/2011).

Banyak pengunjung yang datang ke lokasi, merasa aneh dengan ukuran kapal sebesar itu tetapi sampai mengangkut lebih 200 orang imigran gelap asal Timur Tengah. Tidak sedikit pula para pengunjung yang mengambil gambar dari dekat, kondisi kapal yang sudah tinggal kerangkanya itu.

Kapal dibiarkan di lokasi dengan garis polisi, untuk memudahkan jika ada pemeriksaan jika tim satgas tentang perdagangan orang dari markas besar Kepolisian RI untuk melakukan pemeriksaan.

Walau sudah berlangsung lebih sepekan, tim partoli Satuan Polisi Air Puger, Jember, hingga kini masih terus melakukan pemantauan korban kapal tenggelam.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau