Struktur Kokoh, Gorong-gorong Belum Dibongkar

Kompas.com - 28/12/2011, 17:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta belum bisa secepatnya membongkar gorong-gorong yang dianggap sebagai penyebab melubernya air Kali Krukut ke permukiman warga Kampung Pulo. Kokohnya struktur gorong-gorong yang dibangun Korps Marinir Cilandak menjadi alasan terhambatnya pembongkaran.

"Menurut mereka (Dinas PU), struktur gorong-gorong sangat kuat. Jadi, pembongkaran tidak bisa secepatnya dilakukan," ungkap Syafruddin Ngulma Simeuleu, Komisioner Komnas HAM, seusai meninjau lokasi banjir Kampung Pulo, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2011).

Meski demikian, Ketua Sub-Komisi Mediasi Komnas HAM ini mengaku cukup puas dengan langkah nyata yang diambil Dinas PU DKI Jakarta bersama Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane di Kampung Pulo.

Pemerintah saat ini telah mengambil tiga langkah penanggulangan sekaligus, yaitu pembangunan saluran air baru, pembangunan waduk, dan tanggul air. "Dinas PU telah membuat saluran selebar 2-3 meter di sepanjang sisi gorong-gorong," ungkap Syafruddin.

Selain itu, pembangunan tanggul yang dijanjikan dalam pertemuan pejabat teknis Pemprov DKI Jakarta dengan Komnas HAM pada 4 Desember lalu saat ini dalam tahap pengerjaan. Untuk mengantisipasi melubernya banjir dari Kali Krukut yang permukaan airnya lebih tinggi dari lokasi permukiman warga, pemerintah telah membangun tanggul. "Rencananya, tanggul akan dibangun dari RT 14-RT 1 (RW 03 Kampung Pulo)," kata Syafruddin.

Tanggul diharapkan akan menahan aliran air saat terjadi banjir besar. Luberan air yang tersisa diharapkan bisa dialirkan melalui saluran air yang sedang dibangun. Proyek ini diharapkan telah selesai pada awal Januari. Komnas HAM untuk kali kedua meninjau langsung permukiman warga korban banjir Pondok Labu, setelah sebelumnya peninjauan diadakan pada Selasa, 22 November.

Dalam peninjauan yang dimulai pukul 11.00 siang tadi, Syafruddin didampingi empat staf Komnas HAM, yaitu Elly Dinayanti, Ernawati, Reminda Sihole, dan Ridha Wahyuni. Selain bertemu dan berdialog dengan warga serta perwakilan pemerintah yang sedang mengerjakan proyek penanganan banjir, Komnas HAM juga mengelilingi permukiman warga lima RT yang terkena dampak langsung banjir Kali Krukut dalam sembilan bulan terakhir.

Komnas HAM berharap langkah yang telah diambil pemerintah dapat memberikan jaminan kepada warga yang berhak atas hidup, rasa aman, dan lingkungan hidup yang sehat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau