Bulu tangkis

Alamsyah Masuk Tim Bayangan

Kompas.com - 29/12/2011, 04:51 WIB

Jakarta, Kompas - Penyisihan Piala Thomas dan Piala Uber zona Asia yang digelar di Makau tinggal sekitar dua bulan lagi. Pengurus PBSI terus menyeleksi pemain dan terakhir memasukkan nama pemain tunggal putra Alamsyah Yunus ke dalam tim bayangan.

Dengan masuknya Alamsyah, jumlah pemain tunggal dalam tim bayangan menjadi enam pemain. Lima pemain lainnya adalah Simon Santoso, Taufik Hidayat, Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, dan Sony Dwi Kuncoro.

Dari enam pemain ini, nantinya akan diseleksi lagi hingga jumlahnya sesuai kuota empat pemain. Jika melihat peringkat dunia, posisi Alamsyah di peringkat ke-30, masih di atas Hayom (ke-31) dan Sony (ke-65).

Ajang Piala Thomas dan Uber mempertandingkan tiga partai tunggal dan dua partai ganda. ”Penentuan final susunan tim inti akan dilakukan bulan depan, sebelum entry form by name pada tanggal 24 Januari 2012 untuk penyisihan zona Asia di Makau. Dari beberapa nama pada tim bayangan ini akan diseleksi lagi menjadi 10 pemain putra dan 10 pemain putri” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Hadi Nazri.

Selain di tim Piala Thomas, beberapa muka baru juga dimasukkan di tim Piala Uber, seperti Bellaetrix Manuputty dan Hera Desi Ana Rachmawati.

Masuknya pemain muka baru, menurut Hadi, sebagai hasil evaluasi dan diskusi yang telah dilakukan. Penilaian mengacu pada sejumlah turnamen termasuk SEA Games lalu yang disebutkan sebagai ajang pemanasan dan uji coba untuk Piala Thomas dan Uber.

”Pada SEA Games lalu, kita sudah melihat bagaimana penampilan tim di kejuaraan beregu putra dan putri, kekuatannya kira-kira seperti itu. Pemain yang akan dipilih pada Januari mendatang adalah mereka yang benar-benar siap. Para pelatih juga sudah mulai membuat perhitungan akan bertemu lawan A, B, dan lainnya,” ujar Hadi.

Berbeda dengan sektor tunggal, di bagian ganda baik putra maupun putri nyaris tidak banyak perubahan dengan tim Piala Thomas dan Uber sebelumnya.

Di bagian putra, pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan akan menjadi tumpuan bersama juara Olimpiade Beijing, Markis Kido/Hendra Setiawan. Dalam tim bayangan, PBSI juga memasukkan pasangan Hendra AG/Alvent Yulianto dan pasangan muda pelatnas Rian Agung Saputra/Angga Pratama.

Adapun di bagian putri, pasangan Greysia Polii/Meiliana Jauhari akan dilapis pasangan Anneke Feinya/Nitya Krishinda. Selain itu juga ada pasangan Vita Marissa/Nadya Melati ditambah Liliyana Natsir dan Shendy Puspa Irawati.

Nama Liliyana Natsir dan Shendy Puspa Irawati menggantikan posisi pasangan ganda putri Suci Rizki Andini/Della Destiara Haris.

Gelar simulasi

Seperti persiapan Piala Thomas dan Uber sebelumnya, PBSI juga berencana menggelar pertandingan simulasi. Menurut Sekjen PBSI Yacob Rusdianto, pertandingan simulasi akan digelar di Bandung, Jawa Barat.

”Rencananya simulasi akan kami gelar tanggal 28 Januari mendatang. Kami harapkan dari simulasi itu nantinya sudah bisa dimatangkan pemain-pemain yang bakal diturunkan,” kata Yacob.

Untuk zona Asia, tim Thomas dan Uber Indonesia harus bersaing dengan Malaysia, Thailand, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan.

Sementara itu, dari turnamen Copenhagen Masters, pasangan ganda campuran Nova Widianto/Pia Zebadiah tak berdaya saat menghadapi andalan tuan rumah Joachim Fischer/Christinna Pedersen. Nova/Pia kalah dua gim langsung, 8-21, 13-21. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau