Pembongkaran

Warga Berharap Dapat Uang "Kerohiman"

Kompas.com - 29/12/2011, 12:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembongkaran 58 bangunan di sepanjang Kali Baru Timur antara Kelurahan Balimester dan Rawa Bunga, Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2011), disesalkan warga yang telah menempati rumah tersebut selama puluhan tahun. Pasalnya, tiap tahun warga telah memenuhi kewajibannya membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp 20.000.

"Apa gunanya saya bayar PBB Rp 20.000 tiap tahun. Masa nggak ada kerohiman," ujar Bambang Suharjo (47) yang telah tinggal di rumah seluas 24 meter persegi dua tingkat tersebut selama 20 tahun.

Bambang Suharjo berharap pemerintah provinsi menghargai usaha warga karena turut membantu pembongkaran tersebut. "Ya, paling nggak ada uang kerohiman-lah. Istilahnya berapalah buat biaya pembongkaran," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Siti Aminah (42) yang setengah rumahnya terkena pembongkaran. "Ya berharap dapat uanglah, tapi ya mau gimana lagi," ujarnya pasrah.

Bangunan seluas 10 meter persegi yang telah ditempatinya selama 25 tahun bersama sepuluh anggota keluarganya tersebut tersisa hanya dua meter setelah pembongkaran. Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh cuci tersebut mengaku bingung akan tinggal di mana. "Insya Allah di saf-saf. Daripada ngontrak, duit dari mana saya," ujar Siti Aminah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau