Bebas dari hukuman mati

TKI Jamilah Tiba di Indonesia

Kompas.com - 29/12/2011, 13:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Jamilah binti Abidin Ropi'i, tenaga kerja Indonesia yang bebas dari hukuman mati di Arab Saudi tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (29/12/2011) pukul 11.00 WIB, setelah diterbangkan dari Jeddah. Juru bicara Satgas TKI Humphrey Djemat mengatakan, prosesi pemulangan dilakukan di TKI Laounge Bandara. Awalnya, pihak KBRI menyerahkan kepada Kementerian Luar Negeri. Pihak Kemenlu lalu menyerahkan kepada BNP2TKI.

"BNP2TKI akan antar ke rumah Jamilah di Cianjur, Jawa Barat hari ini juga," kata Humphrey kepada Kompas.com, Kamis.

Di Pengadilan di Arab Saudi, Jamilah dinilai terbukti bersalah membunuh majikannya yang berumur 80 tahun. Menurut Jamilah, ia terpaksa memukul majikan dengan kayu lantaran hendak memperkosanya. Akhirnya, keluarga korban memberikan tanasul atau pemaafan tanpa meminta diyat atau uang darah.

"Karena nazarnya terkabul dengan sembuhnya Raja Abdullah yang sakit beberapa waktu lalu. Putusan Raja akhirnya dikabulkan," jelas Humphrey.

Seperti diberitakan, selain Jamilah, ada dua TKI lain yang berhasil dibebaskan Satgas TKI. Sebelumnya, Bayanah Binti Banhawi (29) telah dibawa pulang ke Indonesia. Dia bebas karena tidak terbukti berniat membunuh anak majikannya berumur 4 tahun.

Menurut Humphrey, dalam waktu dekat, akan dipulangkan TKI lain yakni Neneng Sunengsih binti Mamih. Dia dituduh membunuh anak majikannya berumur 4 bulan.

"Pada saat investigasi, pengacara Naseer Al Dandani yang disewa KBRI berhasil membebaskan dari tuduhan pihak keluarga korban. Saat ini sedang diselesaikan administrasi untuk dipulangkan," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau