Kendati menguasai 69 persen jalannya pertandingan dan mencetak sejumlah peluang gol, tim asuhan Pelatih Roberto Mancini harus menerima takdir kekalahan lewat gol pemain pengganti asal Korea Selatan, Ji Dong-won, beberapa detik sebelum peluit terakhir berbunyi. Dari tayangan ulang, gol itu offside, yang mungkin menambah kesal City.
Dengan hasil itu, City gagal memanfaatkan momentum tumbangnya rival mereka, Manchester United (MU), 2-3, ketika menjamu Blackburn Rovers, sehari sebelumnya. Dua klub Manchester itu kini berimpitan di puncak klasemen, sama-sama mengantongi 45 poin dari 19 laga. City hanya unggul selisih lima gol lebih banyak daripada MU.
Berkebalikan dengan laga Tahun Baru, memasuki paruh kedua musim ini City melakoni laga ke-20 lebih dulu dengan menjamu Liverpool yang lebih bugar karena memiliki waktu istirahat 3-4 setelah memukul Newcastle United 3-1 di Anfield.
Mancini tak hanya harus memulihkan kebugaran pemainnya atau merotasi sebagian pemain, tetapi juga memastikan timnya tidak mengulangi kesalahan dari laga sebelumnya. Hasil lawatan ke Stadium of Light, markas Sunderland, Minggu lalu, menandai kedua kalinya beruntun mereka mandul—terlepas banyaknya peluang yang mereka ciptakan.
Dari kekalahan 0-1 di kandang Sunderland, Mancini mengingatkan kembali pentingnya konsentrasi penuh pemain hingga laga benar-benar berakhir. ”Gol (Sunderland) itu offside, tetapi saya tak ingin melihat faktor wasit,” kata Mancini.
”Saya tahu sepak bola. Atas alasan itu, pada 15 menit terakhir saya hampir kehabisan suara karena berteriak kepada pemain lini belakang untuk bertahan di lini pertahanan dan tetap berkonsentrasi karena bahaya yang dihasilkan serangan-serangan balik Sunderland,” ujarnya.
”Kami terlihat ingin menyerang dengan 10 pemain dan itu hal yang tidak mungkin dilakukan,” kata pelatih asal Italia itu. Mancini tidak terlalu mengkhawatirkan macetnya serangan pemain dalam membuahkan gol.
”Yang lebih saya pikirkan, yaitu memiliki pemain yang tampil di lapangan yang memahami situasi kapan kami lemah dalam menghadapi serangan balik. Kami perlu memperbaiki situasi ini. Kami mencetak beberapa peluang gol, tetapi kadang-kadang saat tidak bisa memenangkan laga, Anda harus memastikan agar tidak kalah juga.”
Peringatan itu penting dilontarkan Mancini kepada para pemainnya karena mereka bakal menghadapi Liverpool yang diperkuat pemain-pemain cepat, seperti Craig Bellamy. Apalagi, Luis Suarez sudah bisa dimainkan lagi setelah menjalani skors satu laga. Ada kemungkinan kapten Steven Gerrard juga turun sejak awal setelah dibangkucadangkan dua laga terakhir.
Selain kemungkinan akan menurunkan starter striker Sergio Aguero dan playmaker David Silva, dua pemain yang turun sebagai cadangan lawan Sunderland, Mancini diperkirakan juga akan memasang striker Mario Balotelli untuk menghidupkan kembali mesin golnya.
Bagi City, partai lawan Liverpool cukup berisiko. Jika kalah lagi, MU yang bakal dijamu Newcastle, Rabu besok, mengincar takhta mereka. Selain City versus Liverpool, dua laga lain pada Selasa ini adalah Tottenham Hotspur versus West Bromwich Albion dan Wigan Athletic versus Sunderland.
Rumor di ruang ganti MU
Di tengah persaingan ketat dengan City, MU diterpa isu retaknya hubungan striker Wayne Rooney dengan Pelatih Sir Alex Ferguson. Rooney tak dimainkan saat MU kalah 2-3 dari Blackburn. Santer bertiup rumor, hal itu sebagai hukuman disiplin Ferguson selain denda 200.000 poundsterling (Rp 2,8 miliar).
Menurut koran Mail on Sunday, hukuman itu dijatuhkan terkait ulah Rooney keluar makan malam bersama istrinya, Coleen, serta rekannya, Jonny Evans dan Darron Gibson, setelah MU menang 5-0 atas Wigan pada laga Boxing Day. Tidak ada bukti Rooney bertingkah buruk, seperti begadang hingga larut atau mabuk-mabukan, tetapi dilaporkan dinilai melanggar aturan klub.
Namun, rumor itu secara tidak langsung dibantah Ferguson. ”Wayne kurang bagus dalam latihan pekan ini. Dia absen beberapa hari,” kata Ferguson kepada ESPN, Sabtu. ”Kami berharap, Rabu nanti dia (Rooney) sudah pulih.”