Tadinya, larangan membuat spa dan tempat pijat diberlakukan karena khawatir fasilitas itu akan mengundang maksiat, seperti pelacuran, penyebaran narkoba, dan alkohol.
Negara karang atol berpenduduk 400.000 orang itu mengundang 800.000 wisatawan dari berbagai belahan dunia setiap tahun. Larangan soal spa dan pijat sempat menghantam industri pariwisata setempat.
Mantan Presiden Maumoon Abdul Gayoom menyatakan, sebenarnya dia tak melarang spa dan pijat. Larangan itu hanya ditujukan bagi bisnis milik lawan politiknya. Wah.... (Reuters/ABC/joe)