Pemprov Siapkan 62 Posko Banjir

Kompas.com - 09/01/2012, 02:50 WIB

Jakarta, Kompas - Menghadapi kemungkinan banjir dan bencana lain pada musim hujan kali ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyiapkan posko kesehatan di 62 titik rawan banjir. Dalam kondisi darurat, petugas ambulans yang mengangkut orang sakit juga diinstruksikan mencari rumah sakit terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati, Minggu (8/1), mengatakan, posko kesehatan dibuka di puskesmas dari tingkat kelurahan, kecamatan, suku dinas, hingga dinas. Setiap posko diawaki delapan orang, dari dokter hingga perawat.

”Kami sudah memetakan 136 rumah sakit terdekat dari titik-titik posko tersebut sehingga dalam kondisi darurat, petugas bisa segera membawa pasien ke rumah sakit rujukan,” kata Dien.

Dalam kondisi macet seperti Kamis pekan lalu, petugas ambulans diinstruksikan mencari rumah sakit yang paling cepat dijangkau dan mempunyai jalur jalan yang tidak macet. Adapun obat, tenaga, dan peralatan sudah siap dan dibagi di tiap posko.

Namun, hingga kini, Dien mengatakan, belum ada lonjakan penyakit, baik demam berdarah dengue (DBD), chikungunya, maupun penyakit lain yang marak pada pergantian musim. Sepanjang 2011, jumlah kasus DBD di Jakarta sekitar 6.400 kasus atau turun daripada tahun lalu yang mencapai 15.000 kasus.

Tempat sama

Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta sepanjang akhir pekan masih menyisakan genangan di sejumlah ruas jalan, Minggu. Genangan pun masih muncul di tempat-tempat yang sama. Di Jakarta Barat, genangan terlihat di sekitar kawasan industri di Kapuk, Kecamatan Cengkareng, tepatnya di Jalan Peternakan I dan Jalan Peternakan II, setinggi sekitar 20 sentimeter. Warga menuturkan, jalan itu sudah dua hari tergenang.

”Asal hujan deras sebentar saja, sudah tergenang begini. Kalau hujan terus seperti kemarin dan hari ini, airnya bisa seminggu belum surut,” ujar Udin, warga.

Genangan juga muncul di Jalan Kompleks Depag, Cengkareng, sekitar 10 sentimeter. Ruas jalan itu lebih rendah daripada permukaan Kali Mookervart.

Kondisi di ruas-ruas jalan itu sama, yaitu saluran air di sisi kanan dan kiri jalan tidak berfungsi. Akibatnya, air hujan meluap dan menggenangi jalanan. Warna selokan kehitaman dan berbau sehingga rawan menimbulkan penyakit.

Warga Jakarta Barat yang di wilayahnya muncul genangan bisa menghubungi 081318044444 untuk meminta mobil pompa menyedot genangan. ”Mobil pompa akan datang dan menyedot genangan untuk dialirkan ke saluran air penghubung atau sungai terdekat,” kata Kepala Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Barat Heryanto.

Hujan juga memperparah titik-titik jalan rusak di Jakarta Barat. Jalan berlubang terisi air hujan mirip kubangan, seperti terlihat di pertigaan Jalan Ciledug Raya arah Joglo, Jalan Joglo Raya selepas Perumahan Puri Botanical, pertigaan Jalan Joglo Raya ke arah Perumahan Taman Alfa Indah, Jalan Daan Mogot di pertigaan Pesing, Jalan Raden Patah di Karang Tengah, Jalan Pesing Poglar, dan Jalan Mangga Ubi di Cengkareng.

Pengendara harus memperlambat laju kendaraan agar tidak terperosok ke dalam lubang. Lubang-lubang itu tidak terlihat karena terisi air sehingga membahayakan pengguna jalan.

Masih tergenang rob

Sementara di Jakarta Utara, rob akibat limpasan pasang air laut masih menggenangi ruas Jalan Lodan sepanjang 200 meter dengan kedalaman mencapai 40 sentimeter. Data pasang surut Dinas Hidro Oseanografi TNI Angkatan Laut mencatat, pasang maksimal 1,1 meter masih akan terjadi hingga 10 Januari.

Kemarin, petugas piket Posko Banjir DKI Jakarta, Wandi, mengatakan, pasang laut masih 1,1 meter dan menyebabkan ketinggian muka laut di pintu air Pasar Ikan, Penjaringan, mencapai 2 meter dari kondisi normal 1,8 meter.

Sebaliknya, potensi angin kencang yang disertai hujan deras, menurut Kepala Subbidang Informasi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Hari Tirtojatmiko, tak akan terjadi selama tiga hari ke depan. Sebab, cuaca akan lebih didominasi mendung.

Angin kencang disertai hujan yang mengakibatkan banyak pohon tumbang di Jakarta, beberapa hari lalu, disebabkan radiasi optimum matahari. Kondisi itu mengakibatkan terjadinya kenaikan suhu cukup ekstrem, sampai 5 derajat celsius, dari pagi hingga siang.

”Karakteristiknya persis dengan penyebab puting beliung, yakni kenaikan suhu yang ekstrem,” ujar Hari.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta Effendi Anas mengatakan sudah menyiapkan tenaga untuk membantu penanganan kondisi darurat seperti ketika banyak pohon tumbang di Jakarta, Kamis pekan lalu. (ART/FRO/MDN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau