Kisruh pilkada kotawaringin barat

Ujang-Bambang Bertemu DPRD Kobar

Kompas.com - 10/01/2012, 15:09 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com- Untuk mencari titik temu kisruh Kabupaten Kotawaringin Barat, sore ini, Selasa (10/1/2012), Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang memfasilitasi pertemuan antara pimpinan DPRD Kobar dan kepala daerah definitif Ujang Iskandar-Bambang Purwanto.

Pertemuan berlangsung di rumah dinas Gubernur Kalteng di Palangkaraya dan berlangsung tertutup bagi wartawan.

Pertemuan sebenarnya dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.30, tetapi sedikit terlambat. Ketua DPRD Kotawaringin Barat Subahagio dan bupati serta wakil bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar dan Bambang Purwanto sudah tiba pada jam yang ditentukan. Setelah Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang hadir sekitar pukul 13.45, pertemuan baru dimulai.

Kisruh Kotawaringin Barat dipicu keputusan Kementerian Dalam Negeri yang melantik Ujang dan Bambang di Jakarta, Jumat (30/12). Pimpinan DPRD Kotawaringin Barat menilai, pelantikan itu melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

Dalam UU itu dijelaskan, pelantikan harus dilakukan melalui rapat paripurna DPRD. Karena itu, DPRD Kotawaringin Barat menolak keabsahan pelantikan itu serta tak mengakui Bambang-Ujang sebagai kepala daerah.

Pertemuan antara pihak DPRD Kotawaringin Barat dan Ujang-Bambang digelar di rumah jabatan gubernur Kalteng. Setelah gubernur hadir, pintu ruangan langsung ditutup.

Pertemuan dihadiri 28 orang. Selain gubernur Kalteng, pimpinan DPRD serta pasangan kepala daerah Kotawaringin Barat, mereka yang datang antara lain pelaksana tugas Sekretaris Daerah Kotawaringin Barat Masradin, Kepala Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat Agustinus W, Kepala Biro Humas dan Protokol Kalteng Teras Sahay, serta Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Barat Nurhidayah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau