Bursa transfer

Donadoni Gantikan Franco Colomba di Parma

Kompas.com - 11/01/2012, 02:46 WIB

Milan, Selasa - Klub Italia, Parma, mengumumkan akan memakai jasa mantan pelatih tim nasional Italia, Roberto Donadoni, sebagai pelatih baru klub. Donadoni menggantikan pelatih sebelumnya, Franco Colomba, yang dipecat menyusul kekalahan telak 0-5 Parma dari Inter Milan, Sabtu pekan lalu.

Tidak disebutkan berapa nilai kontrak Donadoni untuk melatih Parma. Namun, mantan gelandang klub AC Milan itu disebutkan akan menangani Parma sampai musim panas 2013.

Selain melatih timnas Italia pada tahun 2006-2008, Donadoni juga berpengalaman melatih beberapa klub Italia, seperti Napoli dan Cagliari.

Manajemen klub Parma berharap tangan dingin Donadoni bisa mengangkat posisi klub ke papan atas klasemen Serie A.

Parma sekarang berada di urutan ke-15 di klasemen dengan koleksi 19 angka dari 17 pertandingan. Pekan ini, Parma akan menjamu Siena dan akan menjadi debut buat pelatih berusia 48 tahun ini.

Masih dari Italia, dua tim sekota, AC Milan dan Inter Milan, kian gencar diberitakan dalam bersaing memperebutkan striker klub Inggris, Manchester City, Carlos Tevez. Jika Milan mengklaim sudah mendapatkan kesepakatan dengan pemain bersangkutan, Inter cukup optimistis dengan tawaran uang tunai untuk memboyong pemain asal Argentina itu.

Tawaran Inter ini bisa membuyarkan rencana Milan, yang bernegosiasi dengan cara peminjaman Tevez sampai akhir musim sebelum mematenkan status pemain tersebut. Apalagi sebelumnya pihak City secara terang-terangan meminta Milan untuk membayar Tevez dengan transfer tunai.

Presiden Inter Milan Massimo Moratti, Senin pekan ini, mengonfirmasikan ketertarikan klubnya untuk memboyong mantan pemain Manchester United itu.

”Kami tidak melakukan sesuatu hanya untuk wacana. Ini akan menjadi kesepakatan yang bagus.,” kata Moratti.

Sementara itu, Manajer Manchester City Roberto Mancini, Selasa (10/1), mengaku cukup yakin bahwa Tevez akan mendapat klub baru pada bulan Januari ini. ”Saya yakin akan ada solusi yang bagus buat Tevez. Solusi sangat diperlukan karena dia sudah tidak bermain selama tiga atau empat bulan,” kata Mancini dalam jumpa pers.

Tevez memang sudah tidak merumput sejak kasus penolakannya melakukan pemanasan saat City bertanding melawan Bayern Muenchen di Liga Champions pada bulan September lalu.

”Yang saya tahu, Inter Milan memang tertarik memboyong Tevez. Demikian juga dengan Milan. Namun, saya belum tahu perkembangan terakhirnya,” ujar Mancini menambahkan.

Mancini sendiri tidak menyebut nilai transfer yang pantas untuk Tevez. Namun, saat Tevez diboyong dari MU, ”The Citizens” merogoh kocek dan membayar sebesar 25 juta poundsterling.

Sementara itu, seperti diberitakan Daily Telegraph, Chelsea kian pasti merekrut Gary Cahill setelah mulai mencapai kesepakatan personal dengan bek Bolton Wanderers itu.

Sebelumnya dinyatakan bahwa transfer tertahan karena permintaan gaji Cahill yang terlampau tinggi meski Bolton Wanderers sudah memberikan lampu hijau atas tawaran sebesar 7 juta poundsterling. Cahill meminta gaji sebesar 100.000 poundsterling per pekan ditambah biaya perekrutan sebesar 4 juta poundsterling.

Perbedaan harga tersebut kabarnya sudah dapat ditengahi sehingga kesepakatan dapat terjadi sekurangnya dalam 48 jam ke depan. Cahill bahkan berpeluang dimainkan Chelsea saat menghadapi Sunderland, Sabtu (14/1) mendatang.

Klub London lainnya, Arsenal, diberitakan mengikat pemain Perancis berusia 20 tahun, Francis Coquelin, dengan durasi kontrak yang lebih panjang. Pemain tengah tersebut sebelumnya dipinjamkan ke klub Liga Perancis, Lorient. (REUTERS/AFP/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau