Pemilihan pendahuluan calon presiden as

Romney Jadi Sasaran Tembak

Kompas.com - 11/01/2012, 07:25 WIB

MANCHESTER, KOMPAS.com - Mitt Romney diduga kuat memenangi putaran pertama pemilihan pendahuluan calon presiden AS dari Partai Republik di Negara Bagian New Hampshire, Selasa (10/1/2012). Namun, semakin kuat posisi Romney, semakin besar pula serangan dari para pesaingnya.

Saat berita ini diturunkan, para pemilih di New Hampshire masih menentukan pilihan mereka di tempat-tempat pemungutan suara. Proses pemilihan pendahuluan (primary) dimulai hari Selasa di kota kecil Dixville Notch dan Hart’s Location.

Hasil penghitungan suara di Dixville Notch, populasinya hanya 75 jiwa, menunjukkan, Romney memperoleh dua suara, mantan Gubernur Utah Jon Huntsman memperoleh dua suara, dan mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich dan anggota DPR AS Ron Paul masing-masing memperoleh satu suara. Hanya enam suara republiken diperebutkan di kota ini.

Di Hart’s Location, populasi 42 jiwa, Romney mendapat lima suara, Paul empat suara, Huntsman dua suara, dan Gingrich serta Gubernur Texas Rick Perry masing-masing satu suara.

Sebanyak 325.000 pemilih terdaftar diharapkan akan mengikuti pemilihan pendahuluan di New Hampshire ini: 250.000 pemilih mengikuti pemilihan calon presiden (capres) Republik dan 75.000 pemilih akan mendukung terpilihnya kembali Barack Obama, capres tunggal dari Partai Demokrat.

Jajak pendapat yang digelar Suffolk University di Boston, Senin (9/1/2012), menunjukkan, Romney memimpin kuat dengan 33 persen dukungan calon pemilih, disusul Paul (20 persen), Huntsman (13 persen), Gingrich (11 persen), Santorum (10 persen), serta Perry di posisi buncit dengan dukungan di bawah 10 persen.

Romney berharap akan menang besar di New Hampshire, setelah ia hanya menang tipis dalam kaukus Iowa pekan lalu. Jika ia mendapat margin kemenangan besar di New Hampshire, dan kemudian sukses di South Carolina pada 21 Januari dan Florida pada 31 Januari, Romney hampir dapat dipastikan memenangi proses nominasi capres Republik.

”Suka memecat”

Meski demikian, dengan posisi yang semakin kuat, Romney menjadi sasaran tembak bersama oleh para pesaingnya. Terutama setelah dalam kampanye terakhir, Senin (9/1/2012), Romney mengatakan ”suka memecat orang”.

”Perusahaan asuransi akan mendapat insentif untuk menjaga Anda tetap sehat. Itu juga berarti, jika Anda tak suka dengan yang mereka lakukan, Anda bisa memecat mereka. Saya senang memecat orang yang memberi pelayanan kepada saya,” ungkap Romney dalam kampanye di Nashua, New Hampshire.

Pernyataan tersebut langsung jadi bulan-bulanan para rival Romney. Huntsman menyebut Romney seorang pengusaha sukses dan kaya raya, agak kurang sensitif dengan realitas ekonomi yang sedang terjadi di Amerika saat banyak orang menganggur karena dikenai PHK. ”Saat Romney senang memecat orang, saya senang menciptakan lapangan pekerjaan,” ungkap Huntsman.

Gingrich bahkan melangkah lebih jauh dengan mempertanyakan rekam jejak Romney saat memimpin perusahaan modal ventura Bain Capital. Melalui perusahaan itu, Romney dituduh membeli perusahaan-perusahaan, memperetelinya, kemudian membiarkan perusahaan itu bangkrut setelah mendapat keuntungan besar di pasar modal.

”Mereka (Bain Capital) sepertinya telah merampok perusahaan-perusahaan itu, membiarkan orang menjadi pengangguran, dan pergi membawa keuntungan jutaan dollar,” ujar Gingrich dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC.

”Saya mendukung kapitalisme. Tetapi jika ada seseorang datang, mengambil semua uang dari perusahaan Anda, dan kemudian membiarkan Anda bangkrut sementara mereka pergi dengan uang jutaan, itu bukan kapitalisme tradisional,” imbuh Gingrich, yang masih dendam setelah para pendukung Romney membuat iklan kampanye negatif tentang dirinya saat di Iowa.

Mantan Ketua DPR AS itu pun sudah menyiapkan iklan balas dendam yang akan menyoroti sosok Romney sebagai penjahat kapitalis dan akan ditayangkan di South Carolina, tempat pemilihan pendahuluan berikutnya digelar. Di negara bagian ini, Romney sudah mendapat tantangan kelompok Kristen Evangelis yang tak suka dengan aliran Mormon yang dianut Romney. (AP/AFP/Reuters/DHF)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau