Gus Ipul: Konflik Sampang Sudah Selesai

Kompas.com - 14/01/2012, 17:42 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf yang akrab dipanggil Gus Ipul, menegaskan konflik pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura, telah selesai dan sebagian besar pengungsi juga telah dipulangkan.

"Sudah selesai dan tidak ada masalah, dan untuk pengungsi yang diakibatkan dari konflik itu juga sudah kita pulangkan semua. Kini yang terpenting sudah tidak ada lagi pengungsi," ujar Gus Ipul ditemui usai menutup Muktamar ke XI Jamiyah Ahli Thoriqot Al Mu’tabarah Annadliyah di Pondok Pesantren Al Munawariyah, Kabupaten Malang, Sabtu (14/1/2012).

Dikatakan Gus Ipul, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pejabat di wilayah setempat, dan melakukan pendekatan persuasif dengan memberikan perlindungan kepada pengungsi, dan memulangkan secara cepat, sehingga konflik itu perlahan-lahan telah selesai.

Gus Ipul tidak menjelaskan secara rinci jumlah pengungsi yang telah dipulangkan, namun pihaknya menegaskan bahwa Sampang kini sudah dalam keadaan kondusif dan tidak terjadi konflik lagi. Sebelumnya, dalam penyelesaian konflik Sampang, Gus Ipul diutus oleh Gubernur Jatim Soekarwo untuk menyelesaikannya dengan koordinasi melalui pemkab setempat.

Soekarwo meminta agar Pemkab Sampang menyediakan tempat pengungsian sementara di GOR Sampang bagi 253 orang pengikut Syiah, usai insiden dengan kelompok Sunni.

Konflik tersebut bermula dari masalah pribadi antara pimpinan Islam Syiah Tajul Muluk dengan pimpinan kelompok Islam Sunni KH Rois yang berebut santri. Awalnya, terjadi di pesantren Misbahul Huda, Dusun Nangkernang, Desa Karang Gayam, Kecamatan Omben, yang dikelola kelompok Syiah, kemudian diserang oleh sekelompok orang pada Kamis (29/12).

Dalam insiden itu, dilaporkan tiga rumah dan satu musala habis terbakar, namun tidak ada korban jiwa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau