Lawatan City ke Wigan kali ini berlangsung ketika nilai mereka terkejar oleh rival terdekat dan pesaing sekota, Manchester United, yakni 48 poin. Hal itu akibat kemenangan MU 3-0 saat menjamu Bolton Wanderers di Old Trafford, Sabtu lalu, sekaligus mempertegas tekad MU untuk menjadi pesaing kuat City dalam perebutan juara liga.
Seperti halnya MU, City sudah tersingkir dari Liga Champions dan harus tampil di Liga Europa. Tim asuhan Pelatih Roberto Mancini itu juga terhenti di Piala FA, setelah kalah 2-3 dari MU di putaran ketiga, dan terseok-seok di Piala Liga menyusul kekalahan 0-1 dari Liverpool pada semifinal laga pertama. Dua kekalahan terakhir itu diderita di kandang atau yang pertama sejak 2008.
Dengan situasi itu, gelar juara Liga Inggris menjadi fokus City. Lawatan ke Wigan menjadi salah satu batu loncatan penting untuk menjaga dominasi di puncak klasemen. Namun, City kehilangan beberapa pemain penting, seperti gelandang Yaya Toure, bek Kolo Toure, kapten Vincent Kompany, selain meragukannya striker Mario Balotelli.
Playmaker David Silva, yang absen saat City dipukul Liverpool 0-1 karena cedera engkel, diharapkan bisa tampil lagi. Namun, masih perlu dilihat, apakah tanpa Yaya yang selama ini penghubung lini belakang dengan dia, Silva menjadi solusi paceklik kemenangan tandang City.
Peran Yaya akan diambil alih Gareth Barry atau Nigel de Jong. Belum setaktis Yaya, tetapi dengan ditopang Samir Nasri dan penyerang Sergio Aguero, Silva seharusnya tidak kesulitan mendobrak pertahanan Wigan.
”Saat ini saat sulit, tetapi penting untuk tetap kuat dan tidak mengubah sesuatu,” kata Mancini, yang dikutip BBC Sports.
Melihat posisi klasemen, laga Wigan versus City bak bumi dan langit. Wigan juru kunci, sedangkan City pemuncak. Di samping catatan tandang City yang kurang bagus dua bulan terakhir, catatan penampilan kandang Wigan juga buruk. Wigan tak pernah menang pada delapan laga terakhir, catatan terburuk klub itu.
City harus memanfaatkan betul kesempatan itu dengan memenangkan laga di kandang Wigan jika ingin lepas diri kejaran MU. Minggu depan, mereka akan menjamu lawan tangguh, yakni Tottenham Hotspur, hampir bersamaan dengan laga tandang MU ke markas Arsenal.
Dari laga Sabtu, selain kemenangan 3-0 MU atas Bolton yang diawali gol Paul Scholes dan disusul gol Danny Welbeck dan Michael Carrick, upaya Tottenham untuk meramaikan persaingan merebut juara sedikit mengendur setelah tertahan 1-1 saat menjamu Wolverhampton Wanderers di White Hart Lane.
”Spurs”—julukan Tottenham— tampil dominan, tetapi justru kecolongan gol lewat Steven Fletcher, menit ke-22. Sebelum turun minum, gol Emmanuel Adebayor dianulir karena off-side. Baru pada menit ke-51, Luka Modric menyamakan 1-1 melalui tendangan datar dari jarak 25 meter.
”Kami semua kecewa karena tidak bisa menang,” kata Harry Redknapp, Pelatih Tottenham. ”Saya tidak pernah mengatakan bahwa kami akan menjuarai liga. Kami tahu di mana posisi kami saat ini. Jika kami bisa menduduki posisi Liga Champions lagi musim ini, itu sudah menjadi hasil hebat buat kami.”
Menarik dicermati, efek gelandang veteran Paul Scholes (37), yang ”turun gunung” membatalkan rencana pensiun enam bulan lalu dengan mencetak gol pembuka kemenangan MU.
”Dalam usianya sekarang dan kenyataan dia baru tampil lagi, kami meminta dia mengontrol lini tengah, yang berhasil dia lakukan. Namun, ia punya insting. Ia selalu punya (insting) itu,” kata Sir Alex Ferguson, Pelatih MU.
Chelsea memukul Sunderland 1-0 lewat gol Frank Lampard, yang memanfaatkan bola pantulan tendangan voli Fernando Torres ke mistar gawang. Chelsea kokoh di ”Empat Besar” dengan 40 poin. Liverpool tertahan 0-0 saat menjamu Stoke City, hasil seri ketujuh dari 11 laga kandang mereka.