Tabrakan KA Prameks dan Minibus, Perjalanan KA Tertunda

Kompas.com - 16/01/2012, 06:46 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -- Tabrakan antara kereta api (KA) Prambanan Ekspress 220 dengan minibus bernomor polisi AD 1725 AC di pelintasan Mlese, Klaten, Jawa Tengah, Minggu (15/1/2012) pukul 19.31 WIB mengakibatkan perjalanan beberapa KA jarak jauh tertunda lebih dari 40 menit.

Beberapa KA yang tertunda adalah KA Argo Dwipangga, KA Sancaka, KA Argo Dwipangga Ekstra, KA Gajayana, dan KA Lodaya.

Kepala Humas PT KA Daerah Operasi (PT KA Daop) VI Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, setelah lebih dari 40 menit tertunda, sejumlah KA jarak jauh akhirnya bisa melanjutkan perjalanan. Namun demikian, KA Prameks 220 dengan masinis Rahmat dan asisten masinis Anggit terpaksa kembali ke Yogyakarta karena mengalami kerusakan akibat tabrakan.

"Agar bisa berjalan, KA Prameks 220 harus ditarik lokomotif," kata Eko.

KA Prameks 220 yang berangkat paling akhir dari Yogyakarta pukul 19.00 bertabrakan dengan sebuah minibus yang dikendarai Sugeng Raharjo tepat di perlintasan KA Mlese.

Kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Saat kejadian, sang pengemudi minibus berhasil menyelamatkan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau