Hal itu terungkap dalam Seminar Industrialisasi Perikanan: Pemetaan Logistik dan Distribusi Solusi Menuju Industrialisasi Perikanan, yang diselenggarakan Komunitas Wartawan Kelautan dan Perikanan, di Jakarta, Senin (16/1).
Ketua Tim Percepatan Investasi Pulau-pulau Kecil Rokhmin Dahuri mengemukakan, sistem logistik ikan nasional meliputi penyediaan gudang pendingin, pembenahan transportasi, dan jaminan pasar merupakan kunci mengatasi masalah ketergantungan impor ikan dan membangkitkan industri perikanan nasional.
Ia menambahkan, persoalan logistik mengakibatkan ikan hasil tangkapan nelayan yang berlimpah sewaktu panen tidak tertampung, bahkan terbuang. Namun, saat terjadi cuaca buruk dan paceklik produksi, terjadi kelangkaan bahan baku untuk usaha pengolahan ikan.
Perbaikan logistik ikan juga perlu ditopang dengan pembangunan pabrik es, industri pengolahan yang mendekati hulu produksi perikanan, serta jaminan pembelian harga ikan sesuai dengan harga keekonomian.
”Kalau pemerintah ingin serius memecahkan dilema produksi antara hulu dan hilir, perlu prasarana dan sarana menyimpan ikan,” ujarnya.
Saat ini, sentra produksi penangkapan ikan terletak di wilayah Indonesia timur. Sementara industri pengolahan ikan masih terpusat di Jawa dan
Vice President Retail Business Division BNI Edy Awaludin mengemukakan, sejak pihaknya menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk penyaluran kredit sektor perikanan tahun 2010, masih terdapat sejumlah hambatan untuk membiayai
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Kelautan dan Perikanan Yugi Prayanto mengemukakan, pihaknya siap mendukung pengadaan gudang pendingin di pasar tradisional guna mendukung penyimpanan ikan. Gudang pendingin direncanakan di lima kota dengan kapasitas masing-masing 15 ton.
Sementara itu, Direktur Utama PT Perikanan Nusantara Nasrun M Patadjai mengemukakan, pihaknya kini fokus pada usaha pengangkutan dan pengolahan ikan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo mengemukakan, pihaknya sedang menginventarisasi pembangunan gudang pendingin dan pabrik es di pangkalan pendaratan ikan dan pelabuhan.
Jumlah pangkalan pendaratan ikan saat ini sebanyak 816 unit. Meski demikian, pembangunan sarana itu harus didukung kesiapan pemerintah daerah untuk mengoperasikan.
Pembangunan gudang pendingin diprioritaskan ke Indonesia bagian timur.