KUALA LUMPUR, KOMPAS.com- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar semua pihak di Aceh dilibatkan dalam pemilihan kepala daerah. Hal itu dikatan Jusuf Kalla usai menghadiri pembukaan konferensi internasional "Global Movement of Moderates" di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (17/1/2012).
"Memang ada dua masalah di sana. Masalah yang terjadi akibat amandemen UU itu. Tapi Partai Aceh sudah mundur untuk menerima itu. Kita harapkan pihak lainnya juga untuk mengapresiasi dengan cara menerima juga Partai Aceh, walaupun sudah diberikan kesempatan sebelumnya, untuk ikut lagi dalam pilkada," kata Jusuf Kalla atau JK seusai acara yang dihadiri Perdana Menteri Malaysia dan sejumlah tokoh lain.
JK mengharapkan semua pihak di Aceh bisa saling mengerti dan menghormati. "Itu kan namanya bisa kita artikan sebagai sesuatu pengertian, kalau tidak ada saling pengertian kan susah," tambah JK seperti dilaporkan wartawan Kompas Prasetyo Eko P dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Salah satu inisiator perdamaiman di Aceh ini mengharapkan pemerintah bisa sepakat untuk melibatkan semua pihak dalam pilkada. "Pemerintah dalam artian eksekutif. Yang mengubah ini kan MK, jadi mahkamah. Jadi pemerintah punya pendirian bahwa semua dan saya juga sebagai dulu mengatasi masalah di Aceh, semua orang dilibatkan dalam pemilu kada. Semua lah, Partai Aceh artinya. Karena tanpa keterlibatan Partai Aceh bisa menimbulkan masalah di belakang hari nanti," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang