Masa paceklik

Nelayan Tagih Janji Pemerintah

Kompas.com - 17/01/2012, 23:18 WIB

GARUT, KOMPAS.com Nelayan Kabupaten Garut menagih janji pemerintah kabupaten, yang akan memberikan bantuan beras saat masa paceklik ikan di laut. Banyak nelayan sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari setelah tidak melaut akibat cuaca buruk sejak sebulan terakhir.

Sejak awal tahun 2012, sekitar 70 persen dari 4.000 nelayan Garut tidak bisa melaut. Penyebabnya adalah cuaca buruk di laut. Angin kencang memicu ketinggian ombak 4-5 meter .

Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Garut, Lukmanul Hakim, Selasa (17/1/2012), mengatakan, pemerintah kabupaten pernah berjanji akan mengusahakan pemberian bantuan beras pada nelayan saat musim paceklik. Namun, hingga kini bantuan itu tidak pernah diterima nelayan. Padahal, saat ini sudah banyak nelayan terpaksa berutang karena tidak memiliki penghasilan lagi.

"Tahun lalu, nelayan mendapat 15 kilogram beras per bulan. Kami mengharapkan hal yang sama tahun ini," kata Lukmanul Hakim.

Suwardi (53), nelayan Cikelet, Kabupaten Garut, mengatakan, bantuan beras akan sangat membantu mengurangi beban kebutuhan sehari-hari. Pada saat musim angin besar dan ombak tinggi, ia tidak bisa memperkirakan penghasilan yang ia dapatkan setiap bulan.

"Saat ini, saya harus memompa keberanian lebih banyak untuk mendapatkan penghasilan Rp 50.000 per sekali melaut. Jauh lebih kecil dibandingkan musim ikan Rp 100.000 per sekali melaut," kata Suwardi.

Hal yang sama dikatakan Jajang (35), nelayan Pameungpeuk. Ia tidak bisa memperkirakan berapa kali melaut dalam satu minggu. Hal itu berbeda saat cuaca bersahabat karena dalam seminggu ia bisa melaut hingga 2-3 kali.

"Akibatnya, pendapatan pun jauh menurun. Saat ini , saya kerap tidak mendapatkan apa-apa saat angin kencang dan ombak tinggi," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau