Konflik mesuji

TGPF: Rekomendasi Kami Juga Menyangkut Inti Kasus

Kompas.com - 18/01/2012, 14:05 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus Mesuji menegaskan, laporan akhir mengenai konflik di Mesuji yang disampaikan ke Presiden juga telah menyentuh akar persoalan, yaitu konflik. Namun, sayangnya, ini tidak diekspos luas oleh media di Jakarta.

Hal itu diungkapkan Tisnanta, Anggota TGPF Kasus Mesuji asal Lampung, Rabu (18/1/2012) dimintai tanggapannya soalnya adanya keluhan warga Mesuji yang merasa dikecewakan karena rekomendasi akhir TGPF dianggap tidak menyentuh akar masalah, yaitu soal konflik tanah di tiga lokasi di Mesuji.

Dalam data laporan akhir TGPF Mesuji yang diterima Kompas, ternyata sudah dijabarkan rinci soal persoalan ketiga kasus, masing-masing di wilayah Register 45 dan Tanjung Raya Mesuji, Lampung. Lalu, di Sodong, Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Bahkan, tercakup pula soal rekomendasi untuk penyelesaian masing-masing kasus. Di wilayah Register 45 misalnya, secara tegas, TGPF merekomendasikan Presiden untuk melakukan adendum atas izin luas kawasan hutan yang dikelola PT Silva Inhutani Lampung, yaitu setidaknya untuk luas 7.00 hektar. Lahan seluas 7.000 hektar ini kemudian dijadikan hutan tanaman rakyat untuk dikelola warga setempat.

"Untuk itu, kami berharap, informasi (soal rekomendasi TGPF) ini disampaikan utuh, terutama di wilayah Register 45," tuturnya. Informasi soal rekomendasi penyelesaian kasus ini memang belum disampaikan rinci dalam jumpa pers Senin (16/1/2012) lalu. Namun, telah disampaikan kepada Menteri Koordinator Politik, Hukum dan HAM.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau