Pendidikan kejuruan

Masyarakat Didorong Pilih SMK

Kompas.com - 19/01/2012, 09:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan keseriusannya mendorong lebih banyak masyarakat ke sekolah menengah kejuruan (SMK). Akan tetapi, upaya untuk "memopulerkan" SMK akan dilakukan secara bertahap dan alamiah. Hal itu diungkapkan Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad kepada Kompas.com, Rabu (18/1/2012) malam di Jakarta.

Menurut Hamid, saat ini jumlah siswa SMK dan SMA cukup seimbang dengan proporsi 50:50 dari jumlah seluruhnya (SMA/MA/SMK) yang mencapai 11,34 juta siswa.

"Ke depan memang kita dorong untuk masyarakat yang ingin langsung bekerja agar masuk ke SMK. Tapi kita tidak bisa menyulap, semua tergantung potensi daerah, dan secara alamiah proporsinya akan kita dorong menjadi 60:40," ujar Hamid.

Ia menjelaskan, SMK dan SMA memiliki segmentasi yang berbeda. SMK lebih mengedepankan kompetensi produktif, dan dipilih oleh mereka yang ingin segera bekerja ataupun berwirausaha. Adapun SMA lebih mengutamakan kemampuan akademik, dan umumnya dipilih oleh mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi.

"Tapi mutu keduanya tetap akan kita kawal. SMK dalam mutu produksi, dan SMA mutu akademiknya," kata Hamid.

Sebelumnya, Wamendikbud Bidang Pendidikan Musliar Kasim mengatakan, ke depannya, jumlah SMK akan melebihi jumlah SMA yang ada saat ini. Senada dengan itu, Hamid menjelaskan, kementerian telah mengalokasikan Rp 1,9 triliun untuk pembangunan infrastruktur SMK dan SMA yang berasal dari anggaran 2012. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan unit sekolah baru (USB), ruang kelas belajar (RKB), rehabilitasi, dan termasuk pembangunan ruang praktiknya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau