Rayakan Imlek, Korut Hormati Kim Jong Il

Kompas.com - 23/01/2012, 11:18 WIB

PYONGYANG, KOMPAS.com - Rakyat Korea Utara merayakan Tahun Baru Imlek 2563 dengan cara berbeda bila dibandingkan dengan warga dunia lainnya. Mereka menyambut Imlek tanpa melupakan mendiang pemimpin mereka, Kim Jong Il.

Di Pyongyang, mereka mendatangi alun-alun utama Pyongyang, Senin (23/1/2012), karena di situ terpasang foto besar Kim Jong Il, yang meninggal pada 17 Desember 2012 lalu. Mereka kemudian memberi penghormatan foto tersebut.

Rakyat Korea Utara mendapat libur selama tiga hari untuk merayakan Imlek. Kemeriahan mulai terasa di kota itu, setelah mereka melalui masa berkabung pascakematian Kim Jong Il.

Bendara nasional dan umbul-umbul bertuliskan "Juche 101" tampak berkibar di berbagai gedung. Sementara lampion bertuliskan "Selamat Tahun Baru" dan "2012" digantungkan di pintu-pintu restoran. "Juche 101" merupakan tahun saat ini menurut penanggalan Korea Utara.

Sementara itu anak-anak berkumpul di alun-alun di depan Pyongyang Grand Theater. Mereka merayakan tahun baru dengan menikmati berbagai permainan tradisional meskipun udara sangat dingin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau