Jakarta, Kompas -
SSB Kabomania, yang merupakan peringkat ketiga LKG U-14 musim 2011, menang telak atas SSB Persigawa, 4-0. Penyerang SSB Kabomania, Tedi Hasanudin, mencetak hattrick pada menit ke-19, ke-27, dan ke-36. Tedi terpilih menjadi pemain terbaik pada pekan ketiga ini. Sementara satu gol lagi dicetak Dody Alfayed satu menit sebelum laga berakhir.
SSB Persigawa, yang pekan lalu memukul SSB Jakarta North City 3-0, tidak mampu mengimbangi SSB Kabomania. Kini SSB Persigawa berada di peringkat yang cukup kritis, ke-13, dengan poin tiga, hasil dari dua kali kalah dan satu kali menang.
Pada laga berikutnya, SSB Rajawali Muda menjungkalkan SSB Pespex dengan skor 6-0. SSB Rajawali Muda, yang lolos ke LKG U-14 musim 2012 melalui babak play off, mengatasi SSB Pespex sebagai tim yang sudah kawakan di ajang LKG U-14.
Rendy Afrizal Pratama membuat gol pembuka pada menit ke-14. M Aflah Rizqi Azwan menambah dua gol pada menit ke-23 dan ke-29. Di babak kedua, tiga gol beruntun disarangkan Ivan Janitra Nugraha (menit ke-42), Fariz Audiansyah (menit ke-53), dan Muhammad Dimas Hargiharso (menit ke-55).
Kemenangan itu mengantarkan SSB Rajawali Muda menduduki peringkat ketiga klasemen sementara, menggeser SSB Kabomania ke peringkat keempat, karena unggul selisih gol. SSB Pespex saat ini terpuruk di dasar klasemen karena belum pernah menang dari tiga kali laga. Pespex sudah kebobolan 17 kali dan belum mencetak gol.
SSB Jakarta North City (JNC), salah satu tim yang lolos ke LKG U-14 musim 2012 melalui babak play off, akhirnya meraih kemenangan pertama setelah menaklukkan SSB Tangerang Raya 4-0. Dari tiga kali laga, SSB yang bermarkas di Jakarta Utara itu dua kali kalah dan satu kali menang.
Galuh Cikal Akbar dua kali menggetarkan gawang SSB Tangerang Raya pada menit ke-5 dan ke-28. Imam S Aripin membuat gol pada menit ke-13 dan Ali Al’basyah menit ke-20. SSB Tangerang Raya berada di peringkat ke-16 klasemen sementara di atas SSB Pespex. SSB Tangerang Raya kebobolan 16 kali dan belum pernah membobol gawang lawan.
”Anak-anak masih kurang maksimal. Selain itu, ada dua pemain yang tidak bisa diturunkan,” kata Ketua SSB Jakarta North City Halim Mualim.
Halim menambahkan, lapangan yang biasa dipakai berlatih, yaitu di Rawa Badak, Jakarta Utara, masih terendam air sehingga pemain tidak bisa berlatih bersama. ”Paling-paling kami hanya latihan bersama di lapangan futsal,” katanya.
Tim yang juga lolos melalui babak play off, SSB Mandiri Jaya Bogor, membuktikan konsistensinya dengan menundukkan SSB Putra Melati 4-0. Empat pemain SSB Mandiri Jaya menyumbangkan satu gol, yaitu Faldy Setyananda (menit ke-24), Mochammad Fadzil Aziz (menit ke-40), Ridho Ramadhika (menit ke-48), dan gol pamungkas oleh Dallen Ramadhan Rovani Doke (menit ke-57). SSB Putra Melati terpuruk di peringkat ke-14 klasemen sementara. Tim tersebut belum pernah mencetak gol dan kebobolan enam kali.
Laga sengit terjadi antara SSB ASIOP Apacinti dan SSB Pelita Jaya yang berakhir 1-1. SSB Pelita Jaya lebih dulu menggetarkan jaring SSB ASIOP Apacinti melalui Heri Herawan pada menit ke-34. SSB ASIOP Apacinti, yang merupakan tim peringkat pertama di LKG U-14 tahun 2011, hampir kalah. Namun, Iqbal Yoga Pradana
mengubah keadaan dengan mencetak gol yang membuat skor imbang saat laga akan berakhir tiga menit lagi.
Pelatih SSB ASIOP Apacinti M Nasution menuturkan, banyak peluang yang terbuang percuma sehingga pemain hanya menghasilkan satu gol.
”Pasokan bola dari tengah ke depan masih kurang. Saya harus berpikir keras untuk meningkatkan kemampuan tim. Pada musim ini, tim-tim lawan memang lebih siap,” ujarnya.
Pada pekan ketiga, SSB Bina Taruna masih berada di puncak klasemen sementara dengan poin sembilan (tiga kali menang dan belum pernah kalah). SSB yang pada musim lalu menghuni peringkat kedua itu menundukkan SSB Cibinong Putra 3-0. Selisih gol SSB Bina Taruna sangat bagus, mereka memasukkan 15 gol tetapi belum pernah kemasukan.
Pada laga lain, SSB Villa 2000 mengandaskan SSB Tunas Patriot 3-2. Hasil itu menempatkan SSB Villa 2000 di peringkat kedua klasemen karena kalah selisih gol dari SSB Bina Taruna.
SSB GOR Ragunan mengatasi SSB Laskar Muda 2-1 dalam laga yang berlangsung ketat. Serangan demi serangan dilakukan bergantian oleh pemain kedua tim. Menurut Pelatih SSB GOR Ragunan M Yunus, jika pemainnya bermain lepas, mereka bisa mencetak lebih dari dua gol.
”Anak-anak sering mempersulit permainan, bola digiring ke sana kemari akhirnya nyangkut. Setelah bolanya nyangkut, mereka saling menyalahkan. Seharusnya mereka sabar. Main bola itu main dari kaki ke kaki,” kata Yunus.