Pramono: KPK Jangan Setengah Hati Usut Proyek DPR

Kompas.com - 24/01/2012, 12:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi agar tak setengah hati mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek-proyek di DPR. KPK harus mengusut sampai tuntas.

"Sebab ini sudah mendapat sorotan luar biasa dari publik," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Kompleks DPR, Selasa (24/1/2012).

Pramono mengaku bahwa pimpinan DPR akan membantu KPK. Siapapun anggota atau pimpinan Dewan yang dipanggil KPK untuk diperiksa, kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu, harus menghadiri.

Pramono menambahkan, dalam rapat pimpinan DPR pekan lalu, pimpinan sepakat penyusunan anggaran dilakukan lebih transparan. "Perlu dibuka secara resmi kepada publik supaya semuanya ada akuntabilitas terhadap apa yang terjadi dalam penyusunan anggaran tadi," kata dia.

Selain itu, lanjut Pramono, pimpinan akan lebih berhati-hati ketika menyetujui usulan anggaran untuk rumah tangga DPR. Pimpinan akan mengecek detail setiap usulan.

Seperti diberitakan, Ketua DPR yang juga Ketua Badan Urusan Rumah Tangga DPR Marzuki Alie bersama Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh melaporkan berbagai proyek di DPR ke KPK. Salah satu proyek itu adalah renovasi ruang Badan Anggaran yang menghabiskan uang senilai Rp 20,3 miliar.

Badan Kehormatan DPR dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan tengah menyelidiki proyek itu. BK menduga ada penyimpangan lantaran ruangan tak terlalu mewah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau