Karyawan Perkebunan Sawit Mengadu Dikeroyok

Kompas.com - 25/01/2012, 11:55 WIB

PALANGKARAYA, KOMPAS.com -- Slamet (42), karyawan PT Mukti Sawit Kahuripan (MSK) Lintang Estate Makin Group dikeroyok sedikitnya empat karyawan lain. Kasus itu ia laporkan ke Polres Kotawaringin Timur.

Menurut Slamet, kejadian itu bermula saat ia menghadap pimpinannya, pada 19 Januari 2012. Warga Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur, itu ingin meminta penjelasan tentang istrinya, Sunarti (34), yang mengalami kecelakaan kerja.

Ketika menghadap Estate Manager PT MSK, Slamet menganggap pihak perusahaan meremehkan tanggung jawab terhadap kecelakaan kerja, sehingga terjadi adu mulut. Cekcok membuat tiga karyawan lain datang yang berujung pada pengeroyokan. Slamet dicekik, dipukul, dan kepalanya dibenturkan ke dinding.

"Akibat pengeroyokan, saya mual-mual dan pusing. Hari ini, saya ke Palangkaraya untuk menyampaikan persoalan ke Polda Kalteng," kata Slamet, Rabu (25/1/2012) di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gabungan Pekerja Tanah Air, Richard William, ia meminta para pelaku pengeroyokan ditindak tegas. "Selain ke Polda Kalteng, saya mendampingi Slamet melaporkan pengeroyokan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng serta Gubernur Kalteng," kata Richard.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau