Pengguna BlackBerry di Inggris Menurun

Kompas.com - 31/01/2012, 11:46 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah pengguna Blackberry di Inggris mengaku siap untuk beralih ke telepon genggam lainnya.

Angka pengguna Blackberry yang siap beralih ini bahkan menurut penelitian BBC Newsbeat Radio 1 semakin meningkat.

Dalam sebuah jajak pendapat terhadap ratusan pengguna Blackberry lebih dari tiga perempat mengatakan ingin menggantinya.

Alasan peralihan ini kebanyakan disebabkan oleh serangkain masalah yang dialami produsen Blackberry, Research in Motion (RIM), dalam 12 bulan terakhir.

Oktober silam, puluhan juta pelanggan mengalami gangguan tanpa layanan selama empat hari yang menyebabkan mereka tidak bisa mengakses email atau Blackberry Messenger.

Awal pekan ini pendiri RIM, Mike Lazaridis, juga berhenti sebagai CEO.

Blackberry yang sempat mengeluarkan komputer tablet, Playbook, tahun lalu juga tidak mengangkat popularitas RIM yang kini menurun.

Perusahaan ini awalnya menginginkan Playbook bisa menyaingi iPad keluaran Apple tetapi justru mengalami penjualan yang buruk setelah rilis, bahkan bukan hanya kalah dari iPad tetapi juga dengan Galaxy tablet produksi Samsung.

'Tidak dapat diandalkan'

Natalie Farren seorang wanita berusia 25 tahun tahun asal Birmingham mengaku mengganti Blackberrynya setelah satu tahun berlangganan.

Dia mengatakan ''tidak mendapatkan apa yang dibutuhkan'' dari Blackberry miliknya.

''Setelah saya mendapat uang yang cukup saya langsung memutuskan untuk menggantinya dengan yang lain. Saya tidak mendapatkan apa yang saya butuhkan dari telepon genggam itu.''

''Tidak dapat diandalkan, selalu membeku, kameranya sangat buruk. Lamban, bukan sesuatu yang bisa anda harapkan dari sebuah telepon yang mahal.''

''Awalnya Blackberry bagus, tetapi semakin saya gunakan, semakin tidak berguna buat saya,'' tambahnya.

Tetapi masih banyak juga pelanggan yang senang dengan telepon pintar tersebut.

Marshall Shipley, seorang teknisi dari Stoke-on-Trent, mengaku telah menggunakan Blackberry selama empat tahun.

"Saya sudah tiga kali ganti Blackberry. Saya tidak terlalu paham tentang telepon ini tetapi saya cukup tahu untuk tidak menginginkan yang lainnya,'' katanya.

"Saya suka layar sentuhnya, memilki tombol ketik yang mudah. Kualitas gambar fantastis dan bekerja sangat cepat. Memiliki apa yang sebuah telepon butuhkan,'' kata Shipley.

'Inovasi besar'

Meski angka penjualan di Inggris menurun tetapi Stephen Bates, Direktur RIM untuk kawasan Inggris dan Irlandia mengaku senang dengan pencapaian perusahaan.

Kepada Newsbeat dia mengatakan: ''Kami memiliki basis pelanggan yang luar biasa, kami terus berkembang. Perusahaan kami secara struktural memiliki keuangan yang sehat.''

"Kami memiliki sejumlah inovasi besar dan saya sangat senang dengan apa yang saya lihat untuk masa depan,'' katanya.

Berdasarkan salah satu perusahaan riset Gartner disebutkan bahwa angka penjualan RIM menurun dibandingkan dengan pesaingnya seperti Apple, Samsung dan Nokia.

Porsi RIM di pasar telepon pintar jatuh dari 23% menjadi 19% dalam sembilan bulan.

Angka penjualan Blackberry di Inggris
Jan - Maret  : 1.503.000
April - Juni  : 1.402.000
Juli - Sept    : 1.311.000

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau