SNMPTN Jalur Undangan Dibuka

Kompas.com - 01/02/2012, 03:42 WIB

Jakarta, Kompas - Pendaftaran seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri jalur undangan dibuka Rabu, 1 Februari, hingga 8 Maret. Pendaftaran untuk siswa berprestasi di 61 perguruan tinggi negeri ini hanya bisa diikuti siswa yang direkomendasikan sekolahnya.

La Ose, Kepala Sekolah SMAN 1 Lawa, Muna, Sulawesi Tenggara, yang dihubungi dari Jakarta, Selasa, mengatakan, sekolahnya siap mendaftarkan sekitar 50 siswa berprestasi secara online, Rabu ini. Sekolah memfasilitasi semua siswa agar bisa mendaftar lewat jalur tanpa tes.

”Koneksi internet di sini harus pakai modem supaya bisa tersambung dengan baik. Paling nanti siswa kami minta isi pulsa ketika memasukkan data saat pendaftaran,” kata La Ose.

Sekolah tak hanya membantu siswa saat pendaftaran. Pembayaran uang pendaftaran Rp 175.000 per siswa lewat Bank Mandiri juga ditanggung. Sekolah akan mengirim guru ke Kendari, sekitar tiga jam perjalanan laut, agar bisa membayar pendaftaran siswa ke bank yang direkomendasikan.

Tintin Komariah, guru SMAN 14 Bandung, mengatakan, sekolah sudah menyosialisasikan SNMPTN jalur undangan sejak siswa duduk di bangku akhir. Itu untuk mendorong siswa mempertahankan prestasi sejak kelas X dan XI.

”Wali kelas dan guru Bimbingan Konseling di sekolah terus memantau siswa yang berprestasi secara akademik. Orangtua juga diajak terus mendorong anaknya mempertahankan prestasi. Soalnya, siswa yang prestasinya terus baik berpeluang diterima di SNMPTN jalur undangan,” kata Tintin.

Tarman, Kepala SMKN 2 Metro Lampung, mengatakan, hanya sekitar 15 persen siswa kelas III SMK yang tertarik melanjutkan kuliah. Selebihnya berwirausaha atau ditawari bekerja oleh perusahaan yang merekrut langsung di sekolah.

”Sekolah tetap mendorong siswa berprestasi akademis untuk memanfaatkan SNMPTN jalur undangan. Bahkan, kami dorong siswa di program keahlian pertanian untuk memilih Institut Pertanian Bogor. Hanya, di SMK memang banyak siswa yang lebih berorientasi lulus langsung kerja,” kata Tarman.

Beasiswa Bidik Misi

Untuk memperbanyak jumlah mahasiswa Indonesia, pemerintah menyediakan beasiswa bagi calon mahasiswa dari keluarga miskin yang disebut Bidik Misi. Tahun 2012, disediakan 30.000 beasiswa.

Sekolah diminta merekomendasikan siswa kelas III yang berprestasi dari keluarga tak mampu untuk mendapat beasiswa Bidik Misi. Penerima beasiswa itu akan bebas biaya kuliah tiga tahun untuk program diploma III dan empat tahun untuk program sarjana, serta mendapat bantuan biaya hidup Rp 600.000 per bulan.

Akhmaloka, Ketua Umum SNMPTN yang juga Rektor Institut Teknologi Bandung, mengatakan, pendaftaran beasiswa Bidik Misi dibuka di SNMPTN jalur undangan. Bila masih ada siswa, kuota penerima dibuka lagi di SNMPTN jalur tulis.

Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, akses kuliah harus terbuka juga buat siswa dari keluarga miskin. Pemerintah menilai beasiswa Bidik Misi efektif. Saat ini, 50.000 mahasiswa sudah menerima beasiswa Bidik Misi dan bertambah 30.000 pada tahun 2012.

Nuh menjelaskan, prestasi mahasiswa penerima Bidik Misi memuaskan. Indeks prestasi semester mahasiswa penerima Bidik Misi tahun 2010 rata-rata 3,00, bahkan lebih. Selama ini, perempuan penerima Bidik Misi berprestasi lebih baik dibandingkan mahasiswa laki-laki penerima bidik misi. (ELN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau