Selamat Tinggal Tombol Menu di Android

Kompas.com - 01/02/2012, 12:27 WIB

Boy Genius Report (BGR)Samsung Galaxy Nexus, smartphone pertama yang menggunakan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich

KOMPAS.com - Google secara resmi mengucapkan salam perpisahan pada tombol menu yang ada di perangkat Android, baik itu smartphone maupun tablet.

Di masa mendatang, pengguna Android tak akan lagi menekan tombol fisik untuk menampilkan menu. Semua tombol menu akan tersedia di layar.

Melalui sebuah posting berjudul Say Goodbye to the Menu Button dalam blog resmi developer Android, Google menginformasikan para vendor dan pengembang aplikasi untuk tidak menggunakan tombol menu.

Hal ini dipicu karena Google telah membuat sistem operasi (OS) Android terbaru, versi 4.0 Ice Cream Sandwich yang memiliki tampilan antarmuka baru. Langkah ini juga mengindikasikan usaha Google untuk mengurangi fragmentasi pada ekosistem Android.

Era layar sentuh
Perangkat layar sentuh akan membuat mata pengguna hanya terkonsentrasi pada apa yang ada di layar. Ini membuat sebagian orang melupakan tombol fisik yang berada di luar layar.

Ketika tiba-tiba mereka harus menekan tombol menu, mereka akan sedikit kebingungan mencari tombol menu di layar. Selang beberapa detik, barulah mereka sadar bahwa tombol menu berada di luar layar.

Ini dialami kebanyakan pengguna Android, bahkan yang telah lama menggunakan Android.

Inilah salah satu alasan lain Google untuk tak menggunakan tombol menu fisik di perangkat Android di masa depan.

Kemungkinan besar, tombol fisik yang tersisa pada perangkat Android di masa mendatang hanyalah tombol Power dan tombol pengatur Volume.

Selamat datang Action Bar
Dalam blog resmi developer Android, Google mngatakan bahwa Anda harus berhenti berpikir tentang segala kegiatan yang menggunakan tombol menu. Karena, tombol menu pada Android akan diintegrasikan dengan action bar yang berada di layar.

Menurut Google, langkah ini dilakukan agar semua pengguna Android mendapatkan pengalaman bernavigasi yang sama.

Foto Action Bar Android

Ada banyak aktivitas navigasi yang bisa Anda lakukan dengan Action bar. Mulai dari "Refresh", "Delete", "Attach", "Share", hingga "Search". Hal ini akan membuat aplikasi Android lebih intuitif.

Perlahan lupakan kebiasaan menggunakan tombol menu
Google pun menyampaikan bahwa semua aplikasi yang dibuat untuk OS Android sebelum versi 3.0, tidak dapat menjalankan fungsi tombol menu pada perangkat yang sudah menggunakan OS Android versi 3.0 ke atas. Sebab, ada perbedaan sistem navigasi pada tombol menu ini.

Karena alasan ini, Google meminta pengembang untuk segera melakukan update aplikasi buatan mereka agar kompatibel dengan Ice Cream Sandwich.

Bagi pengguna yang telah menggunakan OS versi 3 ke atas, namun masih memakai aplikasi lama, akan ada pilihan action overflow button yang berada di bagian bawah layar. Menu Action overflow meliputi ikon Back, Home dan Menu.

Foto Action Overflow Button Android

Ini merupakan "jalan tengah" untuk mengatasi masalah kompatibilitas di aplikasi lam. Meski demikian, Google mengatakan, Action Overflow tidak memberikan pengalaman bernavigasi yang ideal.

Lambat laun, Action Overflow akan terbuang karena tak ada lagi pengembang aplikasi yang menggunakannya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau