Palembang

Mahasiswi Ditodong di Angkot, Hartanya "Bablas"

Kompas.com - 04/02/2012, 04:20 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Widia (18), mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri), mengalami luka goresan senjata tajam (sajam) di jari kelingking kanannya. Ia menjadi korban penodongan dalam angkot.

Aksi penodongan terjadi ketika Widia berada dalam angkot Ampera-Plaju di kawasan Jl A Yani, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang, Jumat (3/2/2012) pukul 16.00. Jari kelingking Widia tergores sajam karena ia sempat menarik tasnya dari upaya perampasan oleh pelaku.

Setelah merampas tas korban, dua pelaku yang salah satunya membawa sajam langsung turun dari angkot dan kabur ke arah Lrg Fajar di Jl A Yani.

"Aku duduk di bangku pinggir. Terus pelakunya langsung duduk mepet dekat aku. Satu pelaku langsung mengeluarkan pisau dan minta tas. Waktu pelaku ambil tas dan turun dari angkot, tidak ada orang yang menolong. Sopir angkotnya tahu aku lagi ditodong, tapi diam bae," ujar Widia, sambil menangis karena trauma dengan kejadian yang dialaminya itu.

Akibat perampasan itu, Widia kehilangan tas warna merahnya berisi satu ponsel BlackBerry, satu ponsel Nokia, dompet berisi uang SPP sebesar Rp 150.000, dan surat-surat penting lainnya.

"Dalam tas aku juga ada kunci rumah, jadi aku tidak bisa buka pintu. Pelakunya ada dua orang, ciri-cirinya pendek, kecik, hitam, jahat pulok," ujar Widia.

Kapolresta Palembang Komisaris Besar Sabaruddin Ginting, melalui Kasat Reskrim Komisaris Frido Situmorang, membenarkan telah menerima laporan dari korban pelapor. Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung ke TKP dan melakukan pengejaran terhadap pelaku aksi penodongan tersebut. (Wely Hadinata)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau