Bulu tangkis

Indonesia Tuan Rumah Axiata Cup

Kompas.com - 07/02/2012, 04:47 WIB

Jakarta, Kompas - Berbeda dengan Malaysia, Indonesia sudah menyatakan kesiapannya menjadi peserta sekaligus tuan rumah turnamen bulu tangkis Axiata Cup. Turnamen beregu ini merupakan agenda dari Konfederasi Bulu Tangkis Asia.

Peluncuran turnamen ini oleh Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC) direncanakan berlangsung pada Rabu (8/2) besok. Total hadiah yang disediakan untuk pemenang sebesar 1 juta dollar AS (Rp 8,9 miliar). Turnamen beregu ini mempertandingkan tiga nomor dengan format dua pemain tunggal dan satu ganda.

”Kami sudah memutuskan akan ikut serta dan bahkan jadi tuan rumah. Kami sangat mendukung karena turnamen ini bisa jadi cikal bakal liga bulu tangkis dunia,” kata Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Yacob Rusdianto di Jakarta, Senin (6/2).

Menurut Yacob, dengan adanya turnamen ini, secara tidak langsung akan mengangkat kesejahteraan pemain dan pelatih. Turnamen ini, katanya, merupakan usulan dari Indonesia yang disampaikan ke BAC beberapa waktu lalu.

BAC sudah mendaftarkan turnamen ini dalam kalender Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Turnamen ini direncanakan bergulir di dua negara pada 23-25 Maret, 31 Maret-2 April, dan 13-15 April 2012. Dua negara tuan rumah itu tidak lain adalah Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jakarta, Indonesia.

Untuk peserta, turnamen ini baru dibatasi untuk negara di kawasan Asia Tenggara. BAC sudah mendata sebanyak delapan peserta dari enam negara, di mana Indonesia dan Malaysia sebagai tuan rumah boleh mendaftarkan dua tim.

Yang menarik, pada turnamen ini setiap peserta boleh memakai jasa pemain asing di luar negara Asia Tenggara. Namun, pemain yang dipinjam hanya boleh turun di satu nomor.

Indonesia, kata Yacob, tidak akan memakai jasa pemain asing. Sementara untuk penyelenggaraan turnamen, PBSI sudah memilih tempat di lapangan tenis indoor Senayan dan di GOR BritAma Arena di Kelapa Gading.

Berbeda dengan PBSI, sejauh ini Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) belum memberi konfirmasi soal turnamen ini. Presiden BAM Ng Chin Chai mengatakan, mereka masih mempelajari proposal karena belum sepenuhnya mengetahui secara detail soal turnamen ini.

Selain itu, mereka mempertimbangkan manfaat turnamen ini terkait dengan persiapan pemain untuk fokus ke olimpiade. ”Kami belum bisa memutuskan sebelum mengetahui secara detail turnamen ini,” kata Ng Chin Chai seperti dikutip situs BAM.

Greysia membaik

Sementara itu, kondisi pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda, terus membaik dan hampir pulih dari cedera. Pelatih ganda putri Aryono Miranat bahkan menyebut, kondisi Greysia sudah fit.

”Perkembangannya cukup baik. Menurut saya, performa Greysia sudah mendekati 100 persen. Jika dibandingkan sebelumnya, dia menunjukkan peningkatan yang signifikan,” kata Aryono.

Sementara itu, Nitya yang dikabarkan cedera pinggang ternyata didiagnosa mengalami kelainan bawaan pada tulang belakang. ”Menurut dokter, ada kelainan bentuk tulang belakang. Dia juga mungkin kelelahan karena ikut beberapa turnamen. Bisa juga karena kurang pemanasan lalu berpengaruh ke tulang belakangnya. Jadi terasa nyeri,” ujar Aryono. (OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau