Jakarta, Kompas
Peluncuran turnamen ini oleh Konfederasi Bulu Tangkis Asia (BAC) direncanakan berlangsung pada Rabu (8/2) besok. Total hadiah yang disediakan untuk pemenang sebesar 1 juta dollar AS (Rp 8,9 miliar). Turnamen beregu ini mempertandingkan tiga nomor dengan format dua pemain tunggal dan satu ganda.
”Kami sudah memutuskan akan ikut serta dan bahkan jadi tuan rumah. Kami sangat mendukung karena turnamen ini bisa jadi cikal bakal liga bulu tangkis dunia,” kata Sekretaris Jenderal Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Yacob Rusdianto di Jakarta, Senin (6/2).
Menurut Yacob, dengan adanya turnamen ini, secara tidak langsung akan mengangkat kesejahteraan pemain dan pelatih. Turnamen ini, katanya, merupakan usulan dari Indonesia yang disampaikan ke BAC beberapa waktu lalu.
BAC sudah mendaftarkan turnamen ini dalam kalender Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF). Turnamen ini direncanakan bergulir di dua negara pada 23-25 Maret, 31 Maret-2 April, dan 13-15 April 2012. Dua negara tuan rumah itu tidak lain adalah Kuala Lumpur, Malaysia, dan Jakarta, Indonesia.
Untuk peserta, turnamen ini baru dibatasi untuk negara di kawasan Asia Tenggara. BAC sudah mendata sebanyak delapan peserta dari enam negara, di mana Indonesia dan Malaysia sebagai tuan rumah boleh mendaftarkan dua tim.
Yang menarik, pada turnamen ini setiap peserta boleh memakai jasa pemain asing di luar negara Asia Tenggara. Namun, pemain yang dipinjam hanya boleh turun di satu nomor.
Indonesia, kata Yacob, tidak akan memakai jasa pemain asing. Sementara untuk penyelenggaraan turnamen, PBSI sudah memilih tempat di lapangan tenis indoor Senayan dan di GOR BritAma Arena di Kelapa Gading.
Berbeda dengan PBSI, sejauh ini Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) belum memberi konfirmasi soal turnamen ini. Presiden BAM Ng Chin Chai mengatakan, mereka masih mempelajari proposal karena belum sepenuhnya mengetahui secara detail soal turnamen ini.
Selain itu, mereka mempertimbangkan manfaat turnamen ini terkait dengan persiapan pemain untuk fokus ke olimpiade. ”Kami belum bisa memutuskan sebelum mengetahui secara detail turnamen ini,” kata Ng Chin Chai seperti dikutip situs BAM.
Sementara itu, kondisi pemain ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Nitya Krishinda, terus membaik dan hampir pulih dari cedera. Pelatih ganda putri Aryono Miranat bahkan menyebut, kondisi Greysia sudah fit.
”Perkembangannya cukup
Sementara itu, Nitya yang dikabarkan cedera pinggang ternyata didiagnosa mengalami kelainan bawaan pada tulang belakang. ”Menurut dokter, ada kelainan bentuk tulang belakang. Dia juga mungkin kelelahan karena ikut beberapa turnamen. Bisa juga karena kurang pemanasan lalu berpengaruh ke tulang belakangnya. Jadi terasa nyeri,” ujar Aryono.