Liga spanyol

Simeone Belum Kemasukan, tetapi Buang Peluang

Kompas.com - 07/02/2012, 04:52 WIB

MADRID, SENIN - Atletico Madrid berpeluang besar menembus empat besar klasemen sementara Liga Spanyol saat menjamu Valencia di Stadion Vicente Calderon, Minggu (5/2) atau Senin dini hari WIB. Namun, tim asuhan Pelatih Diego Simeone itu membuang kesempatan tersebut setelah bermain imbang 1-1.

Andai memenangi laga itu, Atletico mencapai empat besar, yang sama nilainya dengan tiket Liga Champions. Walaupun gagal lagi, ”Rojiblancos” tetap bisa berbangga. Mereka bisa mempertahankan performa tim yang meningkat setelah Simeone menangani tim.

Di bawah asuhan mantan pemain timnas Argentina, yang terkenal dengan insiden tekel David Beckham di Piala Dunia 1998, itu, Atletico belum kebobolan. Dari lima laga yang dijalani Atletico bersama Simeone, mereka tiga kali menang dan dua kali seri.

Simeone menangani Atletico sekitar Natal tahun lalu, menggantikan Gregorio Manzano. Jadi, walaupun belum menembus empat besar, hasil polesan Simeone tetap mendapatkan apresiasi dari pendukungnya.

Pada babak pertama, mereka mencetak banyak peluang. Diawali sundulan Adrian Lopez, menit kedelapan, yang digagalkan kiper Valencia, Diego Alves. Plus peluang Valencia melalui Pablo Piatti, Atletico kembali mencetak peluang lewat sundulan Radamel Falcao.

Peluang gol pasukan Simeone terus berlanjut, melalui tendangan voli Gabriel Fernandez yang melebar dan tendangan Falcao yang digagalkan bek Valencia, Adil Rami, menit ke-65.

Kapten Gabi Fernandez menyesalkan timnya gagal menembus empat besar. Namun, dia yakin masih ada kesempatan lain untuk mewujudkan keinginan itu. ”Tim memiliki moral yang tinggi karena kami menumpahkan semua kemampuan di lapangan,” kata Fernandez.

Valencia menghadapi Atletico dengan fokus terbagi dengan persiapan melawan Barcelona pada laga kedua semifinal Piala Raja, Rabu besok.

Meski demikian, Valencia tetap aman di peringkat ketiga dan terpaut poin cukup lebar (lima poin) dengan tim peringkat keempat. Kini di peringkat keempat adalah Levante, yang tertahan 1-1 saat menjamu Racing Santander, Sabtu lalu.

Sementara itu, perebutan gelar juara hanya menjadi ajang pacuan Real Madrid dan Barcelona, yang juga tidak terlalu ketat. Kini, Real unggul tujuh poin di atas Barcelona. Jadi, persaingan ketat ke depan bakal terus terjadi untuk memperebutkan peringkat keempat, kelima, dan keenam.

Peringkat kelima dan keenam, yang kini secara berurutan diduduki Espanyol dan Athletic Bilbao, bakal mendapatkan tiket berlaga di Liga Europa musim depan. Persaingan merebut tiga slot itu kini melibatkan minimal enam tim yang terpaut selisih poin sangat tipis, yakni Levante (32 poin), Espanyol (32), Bilbao (30), Atletico (30), Malaga (28), dan Osasuna (28).

Minggu lalu, Osasuna memetik satu poin dengan menahan tuan rumah Sporting Gijon 1-1. Malaga dapat memperbaiki posisi jika mereka mampu menang di kandang tim papan bawah Granada pada laga Selasa dini hari WIB tadi.

Klub bekas papan atas yang terpuruk, Sevilla, tertatih-tatih setelah kalah di kandang 1-2 dari Villarreal. Sevilla musim ini terpuruk dan sekarang berada di urutan ke-16. Bagi Villarreal, hasil positif di Sevilla itu bisa memotivasi mereka menghadapi laga selanjutnya. Itu sukses tandang pertama Villarreal musim ini. (AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau