Kebakaran

Tiga Jam, Ratusan Rumah di Sawah Besar Hangus

Kompas.com - 08/02/2012, 04:05 WIB

Jakarta, Kompas - Kebakaran kembali melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Kartini, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (7/2) sekitar pukul 14.30.

Angin kencang menjadi salah satu faktor meluasnya area yang terbakar. Ratusan petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk menghentikan kebakaran.

Api diduga berasal dari rumah warga di RT 12 RW 07, Jalan Lautze Dalam, Kelurahan Kartini. ”Saya lihat api dari rumah Bangsli,” kata Maya, salah seorang korban kebakaran.

Maya menuturkan, api dengan cepat berkobar besar dan menyambar rumah di kanan-kirinya. Warga yang semula tengah bersantai dan mengobrol di gang akhirnya kocar-kacir dan berusaha menyelamatkan harta seadanya.

”Saya hanya bisa menyelamatkan surat-surat berharga dan sedikit uang. Pakaian habis semua,” ucapnya.

Warga yang mengungsikan barang di Jalan Lautze Raya juga sempat panik karena kepulan asap tebal dan kobaran api terus merembet hingga mendekati jalan raya. Tiga kali sempat terdengar bunyi ledakan yang membuat para korban kaget. Bunyi ledakan itu berasal dari petasan yang masih tersimpan di salah satu bangunan yang terbakar.

Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Namun, empat orang mengalami luka-luka. ”Satu korban luka dilarikan ke RS Husada karena pingsan dan mengalami luka gores di tangan kiri akibat terkena pecahan asbes. Tiga korban luka lainnya diberi pertolongan di lokasi,” ujar Subchan, petugas PMI Jakarta Pusat.

Suasana di Jalan Lautze Raya sangat ramai oleh korban kebakaran yang mengungsikan barang. Beberapa korban tidak kuasa menahan isak tangis melihat asap tebal dan api yang berasal dari rumah mereka.

Diduga kompor gas

Camat Sawah Besar Marsigit mengatakan, dugaan sementara, api berasal dari salah satu rumah. ”Penyebabnya karena kompor gas,” katanya.

Dari data sementara, 143 rumah terbakar di RW 07 dan 15 rumah di RW 06. Kepastian jumlah rumah dan korban kebakaran masih didata dan belum selesai hingga kemarin pukul 19.30. ”Daerah ini memang permukiman padat,” kata Marsigit.

Sementara ini, lokasi penampungan korban kebakaran disediakan di lima titik, yakni SDN 02 Pasar Baru, kantor Sekretariat RW 06 Kelurahan Kartini, Masjid Al Imron, Masjid Al Hayah, dan rumah dinas Lurah Kartini.

Wakil Camat Sawah Besar Fauzi mengatakan, wilayah yang terbakar meliputi delapan RT di dua RW. Area yang terbakar terletak di dalam gang-gang sempit di belakang Jalan Lautze Raya. Sebagian rumah dibangun semipermanen dan sebagian lagi bangunan permanen.

Pemadam ditonjok

Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Madanih mengungkapkan, angin kencang di lokasi kebakaran menyulitkan pemadaman.

”Akses jalan ke lokasi kebakaran juga sangat sempit. Mobil pemadam tidak bisa mendekat ke lokasi sehingga kami harus menyambungkan selang ke sana,” papar Madanih.

Petugas pemadam kebakaran juga mesti berhadapan dengan warga yang panik dan memaksa petugas mendahulukan pemadaman di rumah mereka. Madanih bahkan sempat mendapatkan tonjokan dari warga yang ingin merebut selang petugas.

Untuk memadamkan api, sekitar 150 petugas pemadam kebakaran dan 34 mobil pemadam dikerahkan untuk mengendalikan api. Sumber air juga dicari dari sejumlah titik, di antaranya sungai dan got besar. Sementara hidran umum di sekitar wilayah yang terbakar dialirkan ke mobil-mobil pemadam sebelum disemprotkan ke area yang terbakar.

Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo menambahkan, bangunan yang sangat rapat ikut mempercepat api merembet dan membesar. Kepadatan warga yang menonton juga menyulitkan petugas. (ART)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau