Jurnal ilmiah

Menilik Pengelolaan Jurnal di UI

Kompas.com - 09/02/2012, 09:45 WIB

DEPOK, KOMPAS.com - Universitas Indonesia (UI), sebagai mercu suar perguruan tinggi nasional memiliki banyak jurnal ilmiah yang telah terbit secara berkala. Lalu, bagaimana UI mengelola semua jurnalnya?

Pengelolaan jurnal ilmiah, khususnya di perguruan tinggi menjadi perhatian, menyusul dikeluarkannya surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kewajiban publikasi karya ilmiah tertulis bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3. Ketentuan ini menjadi syarat kelulusan yang berlaku efektif Agustus 2012.

Kasubdit Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI Agustino Zulys menjelaskan, secara keseluruhan UI memiliki 43 jurnal di level universitas dan fakultas. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 15 jurnal telah diakreditasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dari 15 jurnal yang terakreditasi Dikti, empat diantaranya merupakan jurnal ilmiah di level universitas dalam bidang kesehatan, humaniora, teknologi, dan sains.

"Secara umum, semua jurnal terbit dua kali setahun, dan cakupannya nasional," kata Agustino saat ditemui Kompas.com, Rabu (8/2/2012), di Kampus UI, Depok.

Sebenarnya, kata dia, tujuan utama UI mengeluarkan banyak jurnal ilmiah adalah untuk merangsang dan menampung tulisan ilmiah dari internal UI, baik mahasiswa, maupun para dosen pengajar.

Akan tetapi, karena aturan yang berlaku menentukan sebuah jurnal harus melibatkan pihak luar (penulis dan editor) di dalamnya, maka pada pelaksanaannya, jurnal ilmiah yang dimiliki UI lebih banyak menampung penulis dari luar. Baik baik mahasiswa (S-2 dan S-3) maupun dosen atau lembaga penelitian di luar lingkungan UI.

"Jurnal kita sifatnya nasional, dan untuk mendapat nilai tinggi dalam proses akreditasi maka harus melibatkan pihak luar di dalamnya. Baik penulis, editor, mau pun pereview," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Sub Direktorat Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Citra Wardhani mengatakan, jurnal ilmiah milik UI yang telah diakreditasi oleh Dikti tengah mengarah pada jurnal internasional. Ia juga mengungkapkan, secara umum, jurnal ilmiah UI yang terakreditasi sudah memenuhi syarat untuk menjadi jurnal internasional.

"Sudah banyak syarat yang dipenuhi. Syaratnya itu, dalam satu jurnal harus ada penulis, dewan editor, dan pereview dari luar lingkungan UI, atau pun dari luar negeri. Nah, kita sedang mengarah ke sana," ungkapnya.

Waktu terbit

Citra juga mengungkapkan, proses penerbitan suatu makalah agar terbit di jurnal ilmiah nasional terakreditasi memakan waktu yang cukup lama. Umumnya, kata dia, waktu yang diperlukan untuk proses tersebut sekitar tiga hingga dua belas bulan.

Ia menjelaskan, proses penerbitan makalah dalam jurnal ilmiah dimulai dari dikirimnya tulisan tersebut pada redaksi jurnal. Setelah itu, lanjutnya, makalah itu akan diperiksa oleh dewan editor yang diteruskan kepada tim review.

Nantinya, pereview makalah akan memeriksa setiap makalah secara "buta", tanpa mengetahui siapa atau lembaga apa yang menulisnya. Setelah di-review, tim review akan mengembalikan makalah tersebut kepada dewan editor, berikut rekomendasi yang ia berikan.

"Dewan editor akan dapat rekomendasi dari pereview. Apakah bisa dipublikasikan atau tidak, dan seberapa banyak hal yang harus direvisi," kata Citra.

Menurutnya, itulah alasan mengapa penulis memerlukan waktu tiga hingga dua belas bulan agar makalahnya bisa diterbitkan dalam jurnal ilmiah nasional terakreditasi.

"Penulis juga memerlukan waktu untuk merevisi makalahnya. Memasukkan artikel ke jurnal itu cukup memakan waktu. Tapi jurnal yang tidak terakreditasi mungkin lebih cepat, walau mutunya masih di bawah," ujar Citra.

Baca juga:
TOPIK: Mau Lulus? Wajib Publikasi Makalah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau