Parlemen Yunani Bersepakat

Kompas.com - 14/02/2012, 02:24 WIB

Athena, Senin - Anggota parlemen Yunani, di Athena, Senin (13/2), akhirnya menyetujui paket penghematan baru. Ini merupakan persyaratan agar Yunani bisa menerima dana talangan tahap kedua dari IMF, Uni Eropa, dan Bank Sentral Eropa (ECB). Namun, di luar gedung parlemen, warga berdemonstrasi hingga menimbulkan kekerasan.

Pemungutan suara bersejarah ini merupakan awal dari proses pemberian dana talangan sebesar 130 miliar euro. Dana tersebut telah dijanjikan troika, julukan bagi Uni Eropa, IMF, dan ECB.

Tanpa kucuran dana talangan tahap kedua, Yunani akan mengalami gagal bayar utang pada 20 Maret mendatang karena sebagian utang jatuh tempo pada tanggal itu. Jika mengalami gagal bayar, Yunani harus keluar dari zona euro. Skenario terburuk ini akan menyebabkan guncangan pada pasar finansial global.

Anggota parlemen memberikan 199 suara setuju dan 74 menolak. Dalam pemungutan suara tersebut, terlihat jelas perpecahan di antara anggota koalisi di parlemen.

Paket penghematan itu tertuang dalam rancangan undang-undang (RUU) baru. RUU ini menetapkan, dalam tahun ini harus ada tambahan pengurangan pengeluaran pemerintah 3,3 miliar euro. Selain itu, program pertukaran obligasi pemerintah dengan swasta dalam bentuk utang baru harus dilakukan untuk mengurangi beban utang.

Yunani juga masih harus memangkas anggaran pemerintah 325 juta euro. Ditambah lagi, harus ada jaminan bahwa rencana itu diimplementasikan.

Pada Mei 2010, Yunani selamat dari ancaman gagal bayar karena mendapatkan dana talangan 110 miliar euro dari Uni Eropa dan IMF. Ketika dana tersebut tidak mencukupi, dana talangan baru akan dikucurkan. Dana talangan tahap kedua ini akan dikombinasikan dengan program pertukaran obligasi yang akan memangkas separuh utang obligasi Yunani kepada kreditor swasta.

Akan tetapi, agar kedua kesepakatan itu dapat dicapai, Yunani harus berhasil membujuk kreditor yang skeptis bahwa Yunani memiliki keinginan untuk mengurangi anggaran pemerintah dan melakukan reformasi pada sektor publik. ”Pertanyaannya bukan mengenai apakah gaji dan pensiun akan dipangkas, tetapi apakah kita akan dapat membayar gaji dan pensiun yang sudah dipangkas ini,” ujar Menteri Keuangan Yunani Evangelos Venizelos sebelum pemungutan suara.

”Ketika Anda harus memilih antara keadaan buruk dan paling buruk, Anda tentu akan memilih opsi yang buruk untuk menghindari kemungkinan paling buruk,” ujarnya lagi.

Salah satu langkah penghematan baru itu adalah pemangkasan gaji disertai kenaikan pajak di tengah resesi yang dalam serta tingginya angka pengangguran. Penghematan ini diminta para kreditor sebagai persyaratan agar dana talangan dapat dikucurkan.

Negara-negara tetangga lainnya di zona euro terus mendesak agar Yunani benar-benar melakukan reformasi yang sesungguhnya. Ketika ditanya apakah Yunani memiliki masa depan yang panjang di zona euro, Wakil Kanselir Jerman Philipp Roesler mengatakan hal itu sangat tergantung kepada Yunani.

”Hal yang diperlukan sekarang tidak hanya memberi mereka bantuan keuangan. Yunani harus mengatasi penyebab krisis, memperbaiki daya saing,” ujar Roesler. ”Untuk itu, mereka harus melakukan reformasi struktural yang masif. Kalau tidak, Yunani tidak akan dapat keluar dari krisis,” katanya lagi.

Anggota parlemen dari kubu Sosialis, Sofia Yiannaka, mengatakan, tekanan dari negara tetangga Uni Eropa untuk meloloskan perundangan itu merupakan konsekuensi dari penundaan implementasi reformasi yang telah disepakati sebelumnya.

Heboh di enam kota

”Penundaan ini telah melekat pada diri kami. Kami sebaiknya tidak menyalahkan orang asing mengenai hal ini. Kami harus sadar bahwa kami harus membayar apa yang pernah kami pinjam,” ujar Yiannaka.

Unjuk rasa karena tidak puas atas program pengetatan baru berubah menjadi kekerasan pada hari Minggu lalu. Aksi unjuk rasa tidak hanya terjadi di depan gedung parlemen di Athena, tetapi juga di enam kota lain di seantero Yunani.

Di Volos, balai kota dan kantor pajak dibakar para pengunjuk rasa. Bentrokan terjadi ketika lebih dari 100.000 pemrotes beriringan menuju parlemen untuk menentang rencana pemangkasan tersebut. Pemangkasan anggaran Pemerintah Yunani akan mengurangi satu pegawai dari lima pegawai sipil dan memangkas gaji minimum hingga lebih dari seperlima.

Setidaknya 45 toko rusak karena terbakar, termasuk beberapa gedung bersejarah, gedung bioskop, perbankan, dan kafetaria. Kerusakan ini lebih parah dibandingkan dengan kerusakan di Athena tahun lalu.

Sekitar 50 polisi terluka, 70 pengunjuk rasa dilarikan ke rumah sakit, dan lebih dari 120 orang terluka. Sebanyak 70 orang lainnya ditahan, sebanyak 7 orang ditangkap dan dituduh sebagai perusuh. Perdana Menteri Lucas Papademos meminta rakyat tenang.

(Ap/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau