Xavi-Iniesta Pulihkan Barca

Kompas.com - 14/02/2012, 03:42 WIB

LEVERKUSEN, SENIN - Barcelona bakal bangkit dari kekalahan di liga domestik untuk memetik hasil positif dalam lawatan ke Bayer Leverkusen pada laga pertama 16 besar Liga Champions di Stadion Bay- Arena, Selasa (14/2) atau Rabu dini hari WIB. Siap turunkan tim terbaik, mereka lapar kemenangan.

Tim asuhan Pelatih Pep Guardiola itu mungkin datang di Jerman dalam kondisi psikologis kurang ideal menyusul kekalahan 2-3 di kandang Osasuna pada Liga Spanyol, Sabtu lalu. Harapan mempertahankan gelar liga domestik terus menyusut terlebih setelah Real Madrid memperlebar jarak selisih nilai menjadi 10 poin berkat kemenangan 4-2 atas Levante, Minggu.

Kekalahan dari Osasuna akhir pekan lalu memberi pelajaran penting bagi Guardiola. Pada laga itu, untuk pertama kali di Liga Spanyol sejak dipoles Guardiola mulai 2008, Barcelona tertinggal 0-2 pada babak pertama.

Dalam kondisi temperatur di bawah nol dan taktik defensif lawan, mereka butuh usaha ekstra yang sangat menguras energi untuk mengejar dan membalik ketertinggalan. Bagi Guardiola, acuan untuk diterapkan di Leverkusen adalah penampilan timnya pada babak kedua laga itu.

”Kami berkelana di Eropa untuk mempertahankan gelar sebagai juara bertahan,” kata Guardiola. ”Penampilan kami pada babak kedua (melawan Osasuna) adalah jalan yang harus diikuti untuk mempertahankan gelar Liga Champions.”

Dari penampilan di Osasuna itu juga—di mana duet maestro lini tengah, Xavi dan Andres Iniesta diistirahatkan—terlihat jelas Guardiola ingin memaksimalkan kekuatan saat tampil ke Leverkusen. Kali ini, dua tulang punggung kekuatan lini tengah timnas Spanyol itu akan turun starter.

Ditambah Cesc Fabregas yang turun sebagai cadangan di Osasuna, praktis Barcelona tampil dengan kekuatan terbaiknya di Leverkusen. Satu-satunya pemain utama yang masih meragukan adalah Sergio Busquests (cedera). Ia kemungkinan digantikan Javier Mascherano.

Sulit bagi Leverkusen

Seperti Barcelona, Leverkusen juga kalah di liga domestik, yakni 0-1 di kandang juara Bundesliga, Borussia Dortmund. Pukulan lebih berat dialami Leverkusen karena mereka tidak diperkuat gelandang Michael Ballack, pemain yang punya pengalaman menghadapi Barcelona saat masih bermain di Chelsea.

Pemain berusia 35 tahun itu cedera otot saat latihan, Minggu. Ballack kurang disukai Direktur Pelaksana Leverkusen Wolfgang Holzhaeuser, yang menyebut langkah klubnya mentransfer kembali mantan kapten timnas Jerman itu sebagai kegagalan. Namun, diakui atau tidak, tanpa Ballack, Leverkusen gagal menang di tiga laga terakhir.

Tim asuhan Pelatih Robin Dutt itu juga tak bisa diperkuat pemain sayap Sidney Sam dan striker asal Swiss, Eren Derdiyok, karena cedera. Derdiyok cedera setelah kakinya menginjak pecahan gelas di kamar mandinya pekan lalu.

”(Laga) Selasa nanti bakal lebih sulit,” kata Dutt. Mantan striker dan pelatih timnas Jerman, Rudi Voeller, yang kini menjadi Direktur Olahraga Leverkusen, menyebut laga melawan Barcelona adalah sebuah impian.

”Kami telah menantikan laga ini sejak beberapa pekan lalu. Bagi suporter dan pemain muda kami, melawan tim terbaik di dunia tentu sebuah impian,” kata Voeller. ”Bagi pemain, hal luar biasa bisa melihat langsung dari tangan pertama bagaimana mereka bermain dan mengapa mereka begitu bagus.”

Selain Leverkusen versus Barcelona, satu partai lainnya adalah Olympique Lyon lawan tim kejutan APOEL Nicosia di Stade de Gerland. Lyon baru kalah di kandang 1-2 dari tim lemah Caen di Liga Perancis.

Lyon tak mau menganggap remeh APOEL yang kerap membuat kejutan, tetapi striker Bafetimbi Gomis menjanjikan, ”Kali ini ceritanya bakal lain.”

(AP/AFP/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau