Tim asuhan Pelatih Pep Guardiola itu mungkin datang di Jerman dalam kondisi psikologis kurang ideal menyusul kekalahan 2-3 di kandang Osasuna pada Liga Spanyol, Sabtu lalu. Harapan mempertahankan gelar liga domestik terus menyusut terlebih setelah Real Madrid memperlebar jarak selisih nilai menjadi 10 poin berkat kemenangan 4-2 atas Levante, Minggu.
Kekalahan dari Osasuna akhir pekan lalu memberi pelajaran penting bagi Guardiola. Pada laga itu, untuk pertama kali di Liga Spanyol sejak dipoles Guardiola mulai 2008, Barcelona tertinggal 0-2 pada babak pertama.
Dalam kondisi temperatur di bawah nol dan taktik defensif lawan, mereka butuh usaha ekstra yang sangat menguras energi untuk mengejar dan membalik ketertinggalan. Bagi Guardiola, acuan untuk diterapkan di Leverkusen adalah penampilan timnya pada babak kedua laga itu.
”Kami berkelana di Eropa untuk mempertahankan gelar sebagai juara bertahan,” kata Guardiola. ”Penampilan kami pada babak kedua (melawan Osasuna) adalah jalan yang harus diikuti untuk mempertahankan gelar Liga Champions.”
Dari penampilan di Osasuna itu juga—di mana duet maestro lini tengah, Xavi dan Andres Iniesta diistirahatkan—terlihat jelas Guardiola ingin memaksimalkan kekuatan saat tampil ke Leverkusen. Kali ini, dua tulang punggung kekuatan lini tengah timnas Spanyol itu akan turun starter.
Ditambah Cesc Fabregas yang turun sebagai cadangan di Osasuna, praktis Barcelona tampil dengan kekuatan terbaiknya di Leverkusen. Satu-satunya pemain utama yang masih meragukan adalah Sergio Busquests (cedera). Ia kemungkinan digantikan Javier Mascherano.
Seperti Barcelona, Leverkusen juga kalah di liga domestik, yakni 0-1 di kandang juara Bundesliga, Borussia Dortmund. Pukulan lebih berat dialami Leverkusen karena mereka tidak diperkuat gelandang Michael Ballack, pemain yang punya pengalaman menghadapi Barcelona saat masih bermain di Chelsea.
Pemain berusia 35 tahun itu cedera otot saat latihan, Minggu. Ballack kurang disukai Direktur Pelaksana Leverkusen Wolfgang Holzhaeuser, yang menyebut langkah klubnya mentransfer kembali mantan kapten timnas Jerman itu sebagai kegagalan. Namun, diakui atau tidak, tanpa Ballack, Leverkusen gagal menang di tiga laga terakhir.
Tim asuhan Pelatih Robin Dutt itu juga tak bisa diperkuat pemain sayap Sidney Sam dan striker asal Swiss, Eren Derdiyok, karena cedera. Derdiyok cedera setelah kakinya menginjak pecahan gelas di kamar mandinya pekan lalu.
”(Laga) Selasa nanti bakal lebih sulit,” kata Dutt. Mantan striker dan pelatih timnas Jerman, Rudi Voeller, yang kini menjadi Direktur Olahraga Leverkusen, menyebut laga melawan Barcelona adalah sebuah impian.
”Kami telah menantikan laga ini sejak beberapa pekan lalu. Bagi suporter dan pemain muda kami, melawan tim terbaik di dunia tentu sebuah impian,” kata Voeller. ”Bagi pemain, hal luar biasa bisa melihat langsung dari tangan pertama bagaimana mereka bermain dan mengapa mereka begitu bagus.”
Selain Leverkusen versus Barcelona, satu partai lainnya adalah Olympique Lyon lawan tim kejutan APOEL Nicosia di Stade de Gerland. Lyon baru kalah di kandang 1-2 dari tim lemah Caen di Liga Perancis.
Lyon tak mau menganggap remeh APOEL yang kerap membuat kejutan, tetapi striker Bafetimbi Gomis menjanjikan, ”Kali ini ceritanya bakal lain.”