JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Tantowi Yahya, merasa yakin bakal maju sebagai calon kepala daerah pada Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta periode 2012-2017.
Hingga kini Partai Golongan Karya masih belum menentukan bakal calon gubernur yang akan diusungnya dalam pilkada tersebut. Dalam sejumlah survei internal partai, nama Tantowi memiliki tingkat popularitas tertinggi dibanding calon-calon lain yang diusung Golkar.
Berkaca dari hasil survei itu, besar kemungkinan Tantowi akan menjadi pilihan utama Golkar untuk calon gubernur. Namun, Tantowi menyerahkan kebijakan pemilihan bakal calon kepala daerah itu kepada partainya. "Semuanya bergantung pada partai dan hasil survei yang sudah dilakukan oleh internal partai," kata Tantowi Yahya dalam keterangan persnya, Kamis (16/2/2012).
Tantowi bertekad menaati apa pun keputusan partainya. Ia menyatakan akan menjalankan tugas apa pun yang diberikan Partai Golkar kepadanya, termasuk jika nantinya ia harus bergeser menjadi bakal calon wakil gubernur (cawagub). "Apa pun itu akan saya jalankan penuh tanggung jawab, baik di DPR maupun jika dicalonkan menjadi cagub atau cawagub," jelas Tantowi.
Kendati demikian, ia berharap penentuan kandidat tersebut harus benar-benar jernih dan obyektif berdasarkan hasil survei. Jika Golkar benar-benar menggunakan hasil survei internal sebagai pegangan menentukan bakal calon kepala daerah, Tantowi yakin bakal maju dalam pilkada nanti. "Saya yakin akan mendapatkan tiket tersebut," katanya.
Sejauh ini ada tiga nama yang disebut-sebut bakal menjadi pilihan Partai Golkar di Pilkada DKI Jakarta, yakni Tantowi Yahya, Prya Ramadhani, dan Aziz Syamsuddin. Dalam perkembangan selanjutnya, nama Aziz mulai hilang dari daftar pencalonan dan justru muncul dua nama baru, yaitu Fadel Muhammad dan Alex Noerdin. Fadel kemudian menyatakan tidak bersedia maju dalam pilkada sehingga tinggal Tantowi, Prya, dan Alex yang kemungkinan bakal diajukan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang