Pilkada dki jakarta

Tantowi Optimistis Maju ke Pilkada DKI

Kompas.com - 16/02/2012, 17:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Tantowi Yahya, merasa yakin bakal maju sebagai calon kepala daerah pada Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI Jakarta periode 2012-2017.

Hingga kini Partai Golongan Karya masih belum menentukan bakal calon gubernur yang akan diusungnya dalam pilkada tersebut. Dalam sejumlah survei internal partai, nama Tantowi memiliki tingkat popularitas tertinggi dibanding calon-calon lain yang diusung Golkar.

Berkaca dari hasil survei itu, besar kemungkinan Tantowi akan menjadi pilihan utama Golkar untuk calon gubernur. Namun, Tantowi menyerahkan kebijakan pemilihan bakal calon kepala daerah itu kepada partainya. "Semuanya bergantung pada partai dan hasil survei yang sudah dilakukan oleh internal partai," kata Tantowi Yahya dalam keterangan persnya, Kamis (16/2/2012).

Tantowi bertekad menaati apa pun keputusan partainya. Ia menyatakan akan menjalankan tugas apa pun yang diberikan Partai Golkar kepadanya, termasuk jika nantinya ia harus bergeser menjadi bakal calon wakil gubernur (cawagub). "Apa pun itu akan saya jalankan penuh tanggung jawab, baik di DPR maupun jika dicalonkan menjadi cagub atau cawagub," jelas Tantowi.

Kendati demikian, ia berharap penentuan kandidat tersebut harus benar-benar jernih dan obyektif berdasarkan hasil survei. Jika Golkar benar-benar menggunakan hasil survei internal sebagai pegangan menentukan bakal calon kepala daerah, Tantowi yakin bakal maju dalam pilkada nanti. "Saya yakin akan mendapatkan tiket tersebut," katanya.

Sejauh ini ada tiga nama yang disebut-sebut bakal menjadi pilihan Partai Golkar di Pilkada DKI Jakarta, yakni Tantowi Yahya, Prya Ramadhani, dan Aziz Syamsuddin. Dalam perkembangan selanjutnya, nama Aziz mulai hilang dari daftar pencalonan dan justru muncul dua nama baru, yaitu Fadel Muhammad dan Alex Noerdin. Fadel kemudian menyatakan tidak bersedia maju dalam pilkada sehingga tinggal Tantowi, Prya, dan Alex yang kemungkinan bakal diajukan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau